Kemeriahan Ultah ke-80 Donald Trump di Gedung Putih: Pesta, Darah, dan Panggung Besar
ANTUSIASME WARGA Amerika Serikat menjelang perayaan ulang tahun. Mereka berfoto di replika oktagon di Gedung Putih, 13 Juni 2026.-AL DRAGO-GETTY IMAGES/AFP-
Minggu, 14 Juni 2026, adalah hari istimewa bagi Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu genap berusia 80 tahun. Namun, alih-alih merayakannya dengan seremoni kenegaraan atau jamuan resmi, Trump memilih cara yang jauh dari kebiasaan.
DI halaman Gedung Putih, sebuah arena raksasa berdiri. Namanya The Claw. Di dalamnya, 14 petarung Ultimate Fighting Championship (UFC) dijadwalkan saling berhadapan dalam pertarungan kandang besi. Acara itu diberi nama UFC Freedom 250.
Itulah pertama kalinya pertarungan UFC digelar di halaman Gedung Putih.
Perayaan tersebut menelan biaya USD60 juta atau lebih dari Rp 1 triliun. Acara itu dikaitkan dengan rangkaian peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Namun, waktunya juga bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Trump. Sebuah kebetulan yang sulit diabaikan.
Sejak diumumkan, acara itu memicu perdebatan.
Para pengkritik menilai pesta pertarungan berdarah itu tidak sensitif. Terutama ketika Amerika Serikat masih menghadapi perang dengan Iran. Konflik tersebut disebut telah mendorong kenaikan harga dan membebani masyarakat.
BACA JUGA:Donald Trump Sebut MoU Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Segera Dibuka
BACA JUGA:Iran Tolak Garis Merah Donald Trump: Kami Tidak Bisa Didikte
Di sisi lain, Trump justru melihatnya sebagai tontonan yang istimewa. “Ini akan menjadi acara yang benar-benar kalian sukai,” kata Trump ketika menerima sejumlah petarung UFC di Ruang Oval pada Mei 2026.
Gedung Putih menegaskan bahwa seluruh biaya acara ditanggung UFC. Pihak UFC juga berusaha menjaga jarak dari isu politik.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan yang luar biasa dan sangat unik untuk merayakan negara ini serta para atlet kami,” ujar Chief Content Officer UFC Craig Borsari dalam konferensi pers pekan ini.
Meski demikian, sulit memisahkan acara tersebut dari sosok Trump.
Hubungan Trump dengan UFC sudah lama terjalin. Basis penggemar olahraga itu juga banyak berasal dari kelompok laki-laki muda. Kelompok yang selama ini menjadi salah satu basis politik terkuat Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: