Perkuat Mitigasi Bencana, Pemprov Jatim dan Australia Pererat Kemitraan Program SIAP SIAGA

Perkuat Mitigasi Bencana, Pemprov Jatim dan Australia Pererat Kemitraan Program SIAP SIAGA

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Konjen Australia Gedung Negara Grahadi, Senin 15 Juni 2026-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemprov Jatim terus memperkuat kolaborasi strategis dalam penanggulangan risiko bencana. Melalui kemitraan dengan Pemerintah Australia dalam Program SIAP SIAGA, Jawa Timur fokus meningkatkan kesiapsiagaan komunitas hingga level desa guna menekan fatalitas saat terjadi bencana. 

Kesiapan itu disampaikan saat perwakilan Konjen Australia berkunjung ke Gedung Negara Grahadi, Senin siang 15 Juni 2026. Salah satunya poin yang dibahas dalam itu adalah penguatan layanan kesiapan di 2027 mendatang. 

Wakil Kepala Konsulat Jenderal Australia di Surabaya Will Lee menekankan, kerja sama tersebut merupakan wujud nyata hubungan erat antara kedua negara. Ia mengingat kembali sejarah gotong royong saat personel TNI turut membantu Australia dalam penanggulangan kebakaran hutan hebat tahun 2019 silam.

"Tidak ada hubungan yang lebih penting bagi Australia selain hubungan dengan Indonesia. Kami hadir di sini untuk mendapatkan masukan dari Gubernur agar dapat merancang program SIAP SIAGA yang lebih baik," ujar Will Lee.

BACA JUGA:BPBD Jatim Cek 71 Alat Peringatan Dini di Jalur Selatan, Antisipasi Banjir hingga Tsunami

BACA JUGA:Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Pasang Alat Peringatan Dini di Enam Daerah Rawan Bencana

Sementara itu, Head of Sub-National Programs SIAP SIAGA Deswanto Marbun menjelaskan, bahwa program ini berperan sebagai katalisator bagi pemerintah daerah. Khususnya BPBD Jatim, dalam menghadapi 14 potensi risiko bencana di Jatim. 

Deswanto menambahkan, fokus utama program bukan pada pengadaan peralatan, melainkan penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Ia menyoroti keberhasilan program Desa Tangguh Bencana (Destana), salah satunya di area Gunung Semeru. Yang terbukti mampu menekan angka fatalitas hingga mendekati nol saat erupsi tahun 2023. Saat ini berkat pelatihan kebencanaan, angka fatalitas insiden gunung meletus nihil. 

"Penting untuk melibatkan semua stakeholder hingga tingkat kecamatan dan desa agar respons bencana lebih efektif dan tepat sasaran. Kami juga memprioritaskan kelompok disabilitas agar menjadi subjek, bukan lagi sekadar objek dalam penanggulangan bencana," kata Deswanto.

Lebih lanjut, Deswanto menanggapi penanganan bencana seperti kekeringan yang saat ini tengah melanda berbagai wilayah. Pihaknya berkomitmen memfasilitasi koordinasi lintas sektoral antara BPBD, Bappeda, hingga Dinas Lingkungan Hidup untuk merumuskan mitigasi jangka panjang, termasuk melalui mitigasi vegetasi. "Kami tidak menggantikan peran pemerintah, tetapi menjadi katalisator. Perjuangan ini berkelanjutan dan tidak bisa diukur dalam satu atau dua tahun saja, tetapi lintas generasi," tegasnya.

Program SIAP SIAGA saat ini terus berlanjut dengan berbagai simulasi kesiapsiagaan di berbagai daerah. Setelah sukses melakukan simulasi tsunami di Lumajang, dalam waktu dekat di awal Juli, program ini dijadwalkan akan melaksanakan simulasi erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang sesuai prioritas BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, saat ini yang sedang diintensifkan dalam penanganan bencana adalah pembentukan desa tangguh bencana (desana). Yang saat ini jumlahnya di Jatim sudah mencapai sekitar 2.000 desa. ”Kami akan kejar target agar desana bisa terbentuk di 5.000 desa,” paparnya. 

Selain destana, Gatot menambahkan, saat ini Pemprov Jatim bersama Konjen Australia sedang fokus pada pembentukan pesantren tanggap bencana (pestana). Khususnya dalam menyusun modul khusus yang bisa diterapkan di lingkungan pesantren guna siaga dalam menghadapi bencana di sekitar wilayahnya. 

”Ini penting karena Jatim memiliki ribuan pesantren,” kata Gatot. Di mana posisi pelatihan kesiapsiagaan sangat penting bagi santri. Mengingat mereka menetap di pesantren selama beberapa tahun secara penuh. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: