Penjahit Gaza Bikin Gaun dari Kain Bekas: Momen Indah Selalu Perlu Gaun Istimewa

Penjahit Gaza Bikin Gaun dari Kain Bekas: Momen Indah Selalu Perlu Gaun Istimewa

BOCAH PEREMPUAN Palestina menjajal gaun yang akan dipakai untuk pesta pernikahan, 13 Juni 2026. Baun itu dicracik dari kain-kain bekas yang berserak di reruntuhan akibat perang.-Bashar Taleb-AFP-

Di Gaza, apa pun harus diupayakan secara keras demi kebahagiaan. Kain-kain bekas pun bisa menjelma menjadi sarana kebahagiaan bagi perempuan dan remaja.

GADIS itu berputar perlahan di dalam sebuah gerai jahit sederhana di Khan Yunis, Gaza. Gaun putih yang dikenakannya mengembang mengikuti gerak tubuhnya. Senyum malu-malu muncul di wajahnya. Di kepalanya terpasang kerudung lembut. Tepi gaun itu dihiasi lapisan tulle yang tipis dan rapi.

Gaun tersebut tampak seperti pakaian yang disiapkan untuk sebuah perayaan. Sulit menebak bahwa sebagian bahan pembuatnya berasal dari kain bekas. Sebagian lainnya berasal dari gaun lama yang diselamatkan dari puing-puing perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

Gaun itu adalah hasil karya Amir al-Rantisi, penjahit muda berusia 24 tahun. Di tengah kehancuran Gaza, ia memilih menjalankan misi sederhanaMenyediakan gaun yang indah untuk anak-anak perempuan dan perempuan muda yang memiliki momen istimewa dalam hidup mereka.

BACA JUGA:Israel Mau Perluas Lagi Pendudukan di Gaza, Indonesia Beri Respons Begini

BACA JUGA:Menlu Pastikan 9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Segera Pulang ke Indonesia

Caranya tidak biasa. Amir memanfaatkan kain bekas dan gaun lama yang sudah tidak terpakai. “Ketika saya pergi ke Gaza City untuk mencari kain, saya mengambilnya dari tempat-tempat yang hancur. Dari kain-kain lama yang tersedia, yang mungkin rusak terkena serpihan ledakan atau terbakar,” kata Amir kepada kantor berita Agence France-Presse.

Ia kemudian memilih bagian-bagian yang masih bisa digunakan. Potongan-potongan itu disusun kembali menjadi gaun baru. Tidak jarang ia juga mengambil gaun lama lalu mendaur ulangnya menjadi pakaian yang berbeda.

Di depan tokonya, hasil karya Amir tergantung pada maneken-maneken darurat yang dibuat dari batang besi. Warna-warni satin, organza, dan tulle menciptakan kontras yang mencolok dengan bangunan-bangunan hangus dan beton abu-abu di sekitarnya.

Beberapa gaun panjang dipajang di atas maneken semen. Sementara itu, gaun-gaun anak berwarna cerah bergoyang perlahan di jemuran yang membentang di depan toko. Para pelanggan dapat melihat dan memeriksa detail pakaian dengan mudah.


DUA PENJAHITmerampungkan gaun yang dibuat dari kain-kain bekas di Gaza, 13 Juni 2026.-Bashar Taleb-AFP-

Di dalam bengkel jahit itu, deretan gaun siap pakai memenuhi dinding. Seorang pelanggan yang mengenakan abaya hitam tampak memperhatikan sebuah gaun kecil. Ia memeriksa detail-detail jahitannya dengan seksama.

Aktivitas berlangsung hampir di setiap sudut ruangan.

Di atas sebuah meja yang berada di dekat tembok runtuh, tumpukan gaun lama menunggu giliran untuk mendapatkan kehidupan baru. Kain-kain yang pernah digunakan orang lain akan berubah menjadi pakaian pesta bagi pemilik berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: