Teknologi Radioterapi LINAC dan CT Simulator, Bidik Tumor hingga Akurasi 0,5 Milimeter

Teknologi Radioterapi LINAC dan CT Simulator, Bidik Tumor hingga Akurasi 0,5 Milimeter

LINAC dan CT Simulator tersedia di Siloams Hospital. Alat itu memungkinkan proses perencanaan serta pemberian terapi untuk pasien kanker dilakukan secara lebih optimal.-Guruh D.N.-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator. Teknologi terkini untuk terapi kanker yang lebih presisi.

Terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kanker di Indonesia. Kecepatan dan ketepatan terapi menjadi faktor yang sangat menentukan hasil pengobatan pasien.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru. Kemudian terdapat sekitar 242 ribu kematian akibat kanker setiap tahun.

Tersedianya dua teknologi tersebut belum merata. Di Surabaya, salah satunya hadir di Siloam Hospitals Surabaya.

BACA JUGA:25 Tahun Yayasan Paliatif Surabaya Dampingi Para Penyintas Kanker: Pantang Biarkan Gelisah Sendirian

BACA JUGA:Gejala Kanker Tulang pada Anak yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Kesulitan Berjalan

Alat tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pasien kanker. Yakni melalui pendekatan terapi berbasis teknologi tinggi.


Linear Accelerator (LINAC), perangkat radioterapi modern untuk pasien kanker. Alat itu mampu menghasilkan pancaran radiasi berenergi tinggi. -Guruh D.N.-Harian Disway

Linear Accelerator (LINAC) merupakan perangkat radioterapi modern. Alat itu mampu menghasilkan pancaran radiasi berenergi tinggi. Dengan tingkat presisi mencapai 0,5 milimeter.

Keunggulan utama LINAC terletak pada kemampuannya memfokuskan dosis radiasi secara lebih akurat. Langsung ke area tumor.

Dengan pendekatan tersebut, terapi dapat bekerja lebih optimal untuk menghancurkan sel kanker. Sekaligus membantu meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.

BACA JUGA:Vidi Aldiano Meninggal Dunia karena Kanker Ginjal, Netizen Kehilangan Duta Persahabatan

BACA JUGA:Universitas Ciputra Edukasi Bahaya Kanker Rongga Mulut Lewat Program Halo UC Dok

Teknologi itu cukup penting. Karena pada praktik klinis modern, radioterapi sering kali menjadi bagian dari terapi kombinasi. Baik digunakan bersama operasi maupun kemoterapi.

Sedangkan CT Simulator berfungsi sebagai pusat perencanaan radioterapi. Alat itu berbeda dengan CT scan konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: