Tarif Listrik Siap-Siap Naik, Bahlil Mau Revisi Harga Batu Bara DMO

Tarif Listrik Siap-Siap Naik, Bahlil Mau Revisi Harga Batu Bara DMO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mau merevisi harga batu bara DMO.-Dok. Kementerian ESDM-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Batas kompromi di hulu industri energi nasional mulai menemui jalan buntu. Pemerintah resmi membuka potensi revisi harga batu bara untuk pemenuhan kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO).

Khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero). Tarif listrik murah berbasis batu bara murah yang dikunci sejak delapan tahun lalu pun segera berakhir. 

Anda sudah tahu, harga patokan batu bara DMO untuk pembangkit listrik domestik belum pernah berubah sejak tahun 2018. Nilainya dipatok ajek di angka USD70 per ton.

BACA JUGA:PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal, Siap Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

BACA JUGA:MOTU Indonesia Ramaikan Pasar Motor Listrik dan Dukung Transisi Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah perlu bijak dalam menetapkan harga karena adanya kenaikan beban biaya operasional di tingkat hulu. 

"Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan," kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Rencana penyesuaian harga DMO itu dipicu oleh kondisi riil lapangan. Saat ini, rasio pengupasan tanah atau stripping ratio (SR) untuk batu bara kalori menengah sudah semakin tinggi.

Sehingga biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha meningkat drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tambang Batu Bara Ilegal di IKN

BACA JUGA:Kejati Bengkulu Geledah 3 Lokasi Terkait Kasus Pertambangan Batu Bara Ilegal

“Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga. Karena pengusaha juga kan kita harus jaga agar mereka tidak rugi," paparnya.

Selain soal biaya produksi, pemerintah juga mendengar keluhan pelaku usaha mengenai patokan Harga Batubara Acuan (HBA) yang dinilai belum mengalami perubahan sejak 2019. 

Ironisnya, wacana kenaikan harga itu bergulir di tengah fakta bahwa kualitas emas hitam dalam negeri perlahan tapi pasti mulai merosot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: