Warga Tutup JLS, DPRD Kota Pasuruan Usulkan Beberapa Solusi

Warga Tutup JLS, DPRD Kota Pasuruan Usulkan Beberapa Solusi

Truk-truk besar melintas di sepanjang JLS Kota Pasuruan menimbulkan kekhawatiran warga setempat-Lailiyah Rahmawati -

PASURUAN, HARIAN DISWAY - Pasca unjuk rasa warga yang menuntut pengalihan truk-truk yang lewat jalur lingkar selatan (JLS), aspirasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh DPRD setempat. Kamis, 18 Juni 2026 anggota DPRD dari komisi III menggelar rapat lintas sektor. Termasuk melibatkan Satlantas Polres Pasuruan Kota dan Dinas Perhubungan. 

“Hasil rapat memunculkan rumusan di mana kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Probolinggo tetap lewat Jalan Gatot Subroto, namun diberlakukan satu jalur,” ungkap Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib. 

Usulan berikutnya adalah armada truk dari arah sebaliknya (Probolinggo -Surabaya) akan dialihkan memutar menuju koridor jalan tengah perkotaan demi memecah kepadatan.

Selain itu ada juga skema alternatif dengan mengarahkan seluruh kendaraan logistik berukuran besar langsung masuk ke akses pintu tol terdekat. Namun, realisasi opsi ini masih memerlukan lampu hijau dan keselarasan regulasi dengan operator jalan tol serta otoritas kabupaten tetangga.

BACA JUGA:Demo Warga Blokir JLS Kota Pasuruan, Tuntut Truk Lewat Tol

BACA JUGA:Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Beroperasi Juli, Open House Digelar Sebelum MPLS

“Tapi kalau untuk pengalihan langsung ke gerbang tol, kami masih harus koordinasi lagi dengan Jasa Marga dan Pemkab Pasuruan,” jelas Toyib. 

Toyib menambahkan pihaknya juga mempertimbangkan kehati-hatian soal kebijakan ini supaya nantinya perubahan arus lalu lintas kendaraan berat yang lewat JLS tidak memicu titik sumbatan baru di wilayah pinggiran.

Selain itu, DPRD juga meminta nantinya ada petugas Dishub yang langsung mengarahkan supaya truk lewat dalam tol. Di sisi lain, biaya tol Paspro dinilai sangat memberatkan para pengemudi truk. Padahal, untuk sekali jalan mereka tidak selalu dibekali uang untuk lewat tol. 

"Dari juragan kami tidak diberi uang untuk tol. Cukupnya ya untuk bensin dan makan. Kalau diwajibkan masuk tol maka ini memberatkan para sopir juga," ujar Khumaidi seorang pengemudi truk. 

BACA JUGA:Trans Jatim Rute Pasuruan: Dishub Masih Cari Solusi Agar Tidak Mematikan Angkutan Konvensional

BACA JUGA:Kecelakaan Maut Marak di Pasuruan, Truk Besar Masih Bebas Melintas di Dalam Kota

Sebelumnya, sejumlah warga menggelar unjuk rasa menuntut truk-truk dialihkan tidak lagi lewat JLS imbas perbaikan bok wedi di Jalan Ir Juanda. Kondisi ruas jalan yang sempit diperparah sepanjang JLS merupakan kawasan industri mebeler dan banyak sekolahan menjadikan masyarakat ketar-ketir akan keselamatan. Tercatat sudah beberapa kali terjadi kecelakaan memakan korban jiwa di sepanjang jalan Urip Sumoharjo sampai Gatot Subroto tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: