UEFA Tolak Ikuti Jejak FIFA Soal Hydration Break, Apa Alasannya?

UEFA Tolak Ikuti Jejak FIFA Soal Hydration Break, Apa Alasannya?

UEFA enggan ikuti aturan wajib jeda minum FIFA dan tetap memakai parameter cuaca khusus untuk memberlakukan hydration break di Euro 2028.--Reuters

Sikap itu menunjukkan UEFA masih percaya bahwa keputusan terkait jeda minum sebaiknya diambil berdasarkan kebutuhan nyata di setiap pertandingan, bukan dijadikan aturan umum untuk seluruh turnamen.

Seberapa Efektif Hydration Break?


Penerapan wajib jeda minum FIFA di Piala Dunia 2026 dikritik pemain dan suporter karena merusak ritme laga serta berbau kepentingan iklan TV.-Eddie Keogh-Getty Images

Kritik terhadap hydration break semakin menguat sepanjang Piala Dunia 2026. Banyak suporter mempertanyakan alasan penghentian pertandingan ketika cuaca sebenarnya tidak terlalu panas. Terutama di stadion tertutup dengan pendingin udara.

Salah satu contoh terjadi saat laga Inggris melawan Kroasia di AT&T Stadium. Meski dimainkan di stadion ber-AC dengan suhu hanya sedikit di atas 21 derajat Celsius, pertandingan tetap dihentikan untuk jeda minum.

BACA JUGA:3 Maskot Piala Dunia 2026: Maple, Zayu, dan Clutch Usung Filosofi Sendiri

BACA JUGA:6 Masalah Visa Bayangi Piala Dunia 2026, Wasit hingga Pemain Jadi Korban

Situasi serupa memicu cemoohan dari sebagian penonton yang merasa penghentian tersebut tidak diperlukan. Selain dianggap mengganggu ritme pertandingan, jeda tiga menit di tengah babak juga dinilai mengubah momentum.

Pada laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, intensitas pertandingan menurun setelah jeda dilakukan. Sementara itu, Irak kehilangan momentum saat menghadapi Norwegia dan kebobolan tak lama setelah permainan dilanjutkan.

Aspek komersial juga menjadi sorotan. Karena pertandingan dihentikan sementara, stasiun televisi memiliki kesempatan menayangkan iklan tambahan selama jeda berlangsung.

Hal ini memunculkan anggapan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pemain, tetapi juga membuka peluang pendapatan lebih besar dari sisi siaran.

BACA JUGA:Tuchel Keluhkan Posisi Fotografer, FIFA Ubah Aturan Piala Dunia 2026

BACA JUGA:10 Bintang yang Gagal ke Piala Dunia 2026, Cole Palmer dan Dean Huijsen Paling Tragis

"Hydration break memang penting ketika cuaca sangat panas. Tetapi itu seharusnya ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pertandingan," ungkap Virgil van Dijk, kapten timnas Belanda, kepada Associated Press.

Ia juga mengkritik penggunaan waktu jeda untuk menayangkan iklan televisi, yang dinilai semakin menggeser fokus dari aspek olahraga ke kepentingan komersial.

Sementara itu, pelatih Meksiko Javier Aguirre mengaku sangat menikmati hydration breaks. Ia bisa memanfaatkan jeda itu untuk memberi instruksi tambahan kepada pasukannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated