Mengungsi dari Rumah Sendiri

Mengungsi dari Rumah Sendiri

ILUSTRASI Mengungsi dari Rumah Sendiri.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Dengan kata lain, sampah tidak berhenti ketika dibuang. Ia dapat kembali kepada kita dalam bentuk banjir, emisi rumah kaca, dan meningkatnya risiko kehilangan rumah. 

Itulah ironi yang jarang disadari. Ancaman terhadap rumah tidak selalu datang dari luar. Sebagiannya berasal dari aktivitas yang kita anggap biasa setiap hari. 

Karena itu, menjaga rumah tidak cukup dilakukan ketika bencana datang. Ia harus dimulai jauh sebelumnya, melalui pengurangan timbulan sampah, penggunaan kembali barang yang masih bernilai guna, serta pola produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab. 

Sebab, tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjadi pengungsi. Tidak ada yang membangun rumah sambil membayangkan bahwa suatu hari ia harus meninggalkannya. Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat seseorang merasa aman untuk pulang, tempat kenangan disimpan, dan sebagian hidup kita tinggal. 

Ternyata, menjaga rumah tidak selalu dimulai dengan sebuah teknologi tinggi. Kadang ia dimulai dari keputusan sederhana tentang apa yang kita beli, gunakan, dan buang setiap hari. Jangan menunggu sampai kita memahami arti rumah setelah terusir darinya. (*)

*) Nita Citrasari, dosen teknik lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: