Era Baru Hubungan Indonesia-Rusia: Non-Aligned dalam Dunia Multipolar

Era Baru Hubungan Indonesia-Rusia: Non-Aligned dalam Dunia Multipolar

ILUSTRASI Era Baru Hubungan Indonesia-Rusia: Non-Aligned dalam Dunia Multipolar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Bukan tidak mungkin, misalnya, di masa depan dilanjutkan pembahasan bagaimana lulusan kedokteran dari universitas di Rusia bisa praktik di Indonesia tanpa melalui proses adaptasi yang rumit dan berlaku sebaliknya. Bagaimana insinyur lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember bisa berkarier dengan mudah di perusahaan-perusahaan Rusia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada akhir Mei hingga Juni 2026. 

Kunjungan itu berfokus pada penguatan kerja sama bilateral di bidang kemaritiman, infrastruktur, logistik, dan transportasi. Pertemuan tersebut menindaklanjuti kerja sama antara PT PAL Indonesia dan pihak Rusia, seperti pengembangan Floating Nuclear Power Plant (FNPP) bersama Rosatom dan pembangunan kapal bersama Ak Bars Shipbuilding. 

Nah, kerja sama itu sangat dibutuhkan Indonesia yang notabene adalah negara maritim dan Rusia adalah sahabat atau mitra strategis yang menguasai teknologi itu, bisa mengantar Indonesia berdikari di bidang maritim, bisa mengawal setiap jengkal laut Indonesia, dan laut adalah urat nadi ekonomi Indonesia.

Melalui akun Instagram resmi Russian Embassy in Indonesia (Rusemb_Indonesia), KBR Moscow (indonesiainmoscow), dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moscow (atdikbud_moscow), kita bisa melihat derasnya arus dinamika kerja sama, baik yang direpresentasikan kunjungan kepala negara, petinggi negara, kedutaan, gubernur, universitas, industri, dan sebagainya yang menunjukkan persahabatan Indonesia-Rusia sedang sangat baik dan berpotensi bisa memperkuat poros Jakarta-Moskow di era dunia multipolar.

Bebas Visa Indonesia ke Rusia

Baru-baru ini bergulir wacana yang dikonfirmasi oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Chernyshenko mengenai pemberlakuan kebijakan bebas visa kunjungan secara penuh bagi warga negara Indonesia (WNI) ke Rusia. 

Bila terealisasi, kebijakan tersebut akan makin melengkapi dan memperkuat potensi kerja sama di berbagai bidang yang sudah terjalin sebelumnya, terutama menambah nilai kerja sama di bidang wisata dan bisnis.

Hubungan persahabatan yang manis itu bisa menjadi jalan takdir bagi Indonesia yang tengah berupaya bertransformasi sebagai negara yang besar dan maju sama halnya dengan Rusia. 

Indonesia, dengan segala potensi dan dukungan dari para sahabat, salah satunya Rusia, bisa menjadikan Indonesia meraih kejayaan sebagaimana yang sudah diraih leluhur pada zaman Kerajaan Majapahit di masa silam. Saya melihat potensi itu akan bisa terwujud di masa depan. (*)

*) Sonny Fadli, alumnus startup teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: