PT WCS Tampilkan Ekosistem Pertanian Modern Terintegrasi di PENAS KTNA 2026
PT Wulan Cipta Sejati (PT WCS) menampilkan konsep ekosistem pertanian modern terintegrasi berbasis teknologi presisi dan data dalam ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) 2026 di Gorontalo, Senin, 22 Juni 2026.-Dok. PT Wulan Cipta Sejati -
HARIAN DISWAY - PT Wulan Cipta Sejati (PT WCS) menampilkan konsep ekosistem pertanian modern terintegrasi berbasis teknologi presisi dan data dalam ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) 2026 di Gorontalo, Senin, 22 Juni 2026.
Melalui branding Aerotron Industries, perusahaan memperkenalkan berbagai solusi agritech yang mengintegrasikan mekanisasi, otomasi, analisis data, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam satu sistem yang saling terhubung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam pameran tersebut, PT WCS menampilkan sejumlah inovasi teknologi pertanian. Di antaranya drone pertanian Aerotron Agra30, teknologi pembenihan Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, DOJO Pumps, serta traktor YTO ESK454 dan YTO NLX1054. Pengunjung juga dapat mencoba drone simulator dan tractor simulator yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi operator secara aman dan interaktif.
Vice President Pengembangan Bisnis PT Wulan Cipta Sejati Danung Wicaksono mengatakan kehadiran perusahaan di PENAS KTNA 2026 bukan sekadar memperkenalkan produk baru.
“Bagi kami, pertanian modern tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara alat, pengguna, distribusi, teknologi, data, dan layanan purnajual. Semuanya harus dibangun sebagai satu ekosistem,” ujarnya.
Menurut Danung, kebutuhan petani saat ini telah berkembang. Mereka tidak hanya membutuhkan alat yang tangguh, tetapi juga dukungan teknologi yang mudah digunakan, pelatihan operator, serta sistem pengambilan keputusan berbasis data.
“PT WCS ingin mengambil peran sebagai jembatan antara teknologi global, rekayasa lokal, data agronomi, dan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Penguatan ekosistem tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Di antaranya YTO International Limited, CV Palupi Agri Berdikari (PARI), Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Agrilabs.id, dan Ilssang Industry Co., Ltd dari Korea Selatan.

PT WCS menampilkan sejumlah inovasi teknologi pertanian. Di antaranya drone pertanian Aerotron Agra30, teknologi pembenihan Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, DOJO Pumps, serta traktor YTO ESK454 dan YTO NLX1054. -Dok. PT Wulan Cipta Sejati -
Salah satu kolaborasi yang menjadi perhatian adalah kerja sama dengan Agrilabs.id dalam pengembangan pertanian presisi berbasis data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui kemitraan tersebut, penggunaan drone dan alat mekanisasi dapat terhubung dengan analisis nutrisi tanaman, rekomendasi pemupukan, hingga prediksi hasil panen.
“Pertanian presisi tidak bisa hanya berhenti pada alat. Drone, traktor, pompa, dan mesin pertanian akan jauh lebih bernilai ketika penggunaannya didukung oleh data yang baik,” kata Danung.
Sementara itu, Vice President Agritech & Engineering PT WCS Febry Hardyono menegaskan setiap teknologi yang dikembangkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: