Evaluasi Besar-Besaran, MBG Kini Prioritaskan Kelompok 3B di Wilayah 3T
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.-Dok. Bakom RI-
HARIAN DISWAY - Pasca kasus korupsi yang menjerat 3 mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) program MBG kini dievaluasi besar-besaran.
Sebelumnya, Komitmen efisiensi dari BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang berpotensi memotong anggaran negara hingga sekitar Rp40 triliun, salah satunya melalui wacana pencoretan 11 juta siswa SMA dari daftar penerima guna memastikan pemanfaatan dana yang lebih strategis.
Pemerintah akan melakukan efisiensi pada anggara MBG juga melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.
Upaya restrukturisasi besar-besaran dilakukan bersama Komisi IX DPR RI. Prioritas penguatan kini diarahkan langsung pada kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa pemusatan fokus pada kelompok 3B didasari oleh efektivitas intervensi gizi. Kelompok tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka tengkes di Indonesia.
BACA JUGA:Pemerintah dan DPR Sepakati Empat Langkah Efisiensi Program MBG, Hemat Hingga Rp40 Triliun
BACA JUGA:Menkes Klarifikasi Usulan Penderita TBC Jadi Penerima MBG, Sebut Berdasarkan Kebutuhan Gizi
“Yang notabene memang intervensi kalau bicara stunting itu paling maksimal ada di situ,” ujar Qodari, Jumat 26 Juni 2026.
Selain pemenuhan gizi kelompok rentan tersebut, pemerintah memperluas jangkauan pembenahan ke wilayah 3T yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses logistik maupun pemenuhan sumber daya.
“Jadi, bagaimana daerah-daerah yang tertinggal, terluar, terpencil, yang notabene mungkin selama ini perhatian masih kurang, sumber daya juga kurang, itu yang akan diprioritaskan,” katanya.
Terlepas dari proses efisiensi yang tengah digodok, Qodari menegaskan bahwa program komplementer ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat karena disalurkan secara rutin setiap hari selama masa sekolah berlangsung.
BACA JUGA:CELIOS: Selisih Rp201 Triliun Anggaran MBG, Benarkah untuk Atasi Stunting?
BACA JUGA:Libur Sekolah Bikin Program MBG Berhenti, 160 Ribu Relawan Disebut Kehilangan Penghasilan
Penegasan ini juga sinkron dengan pemangkasan intensitas yang disepakati dengan DPR, di mana operasional makanan gratis ke depan dipastikan hanya berjalan pada hari efektif sekolah.“MBG ini setiap hari, selama anak-anak sekolah, kecuali masa libur,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: