Aipda Hefry Ardiansyah, Inovasi Komandan Jagung Bikin Petani Untung
SI KOMANDAN JAGUNG Aipda Hefry Ardiansyah. Dengan inovasinya, ia berhasil menyejahterakan para petani jagung di Bondowoso.-Aipda Hefry Ardiansyah-
Si Komandan Jagung tak henti berinovasi. Bahkan sejak awal ia bertugas jadi polisi. Di tangannya, warga sejahtera. Para petani dapat keuntungan berlipat. Penghargaan demi penghargaan pun diraih. Hingga kini, ia tak pernah berhenti untuk peduli.
Membaur. Ringan tangan. Itulah yang ditangkap dari sosok Aipda Hefry Ardiansyah. Ia berhasil mengangkat perekonomian masyarakat kecil. Para petani. Peternak. Turun langsung ke lapangan. Ikut membangun. Turut menanam.
Awalnya, pada 2019 Aipda Hefry ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Tanah Wulan, Maesan, Bondowoso.
Saat bertugas, terjadi tindak pidana kejahatan di desa itu. Mutilasi. Pelakunya ada 11 orang. Semuanya ditangkap dan dihukum berat.
BACA JUGA:Anugerah Patriot Jawi Wetan II 2024: Pentas Ludruk di Desa Sumberkokap Pererat Persaudaraan Warga
Namun, kesebelas pelaku itu punya anak. Jumlahnya 34. Mereka semua terlantar. Bapaknya dipenjara. "Saya tergerak untuk membantu. Lalu mendirikan Yayasan Anak Muslim," kenangnya.
Setiap minggu, anak-anak itu dikumpulkan di balai desa. Mereka semua belajar mengaji. Belajar materi pendidikan.

AIPDA HEFRY ARDIANSYAH dengan program Komandan Jagung berhasil mendirikan dan merevitalisasi 5 gudang jagung di 5 Kecamatan di Bondowoso.-Aipda Hefry Ardiansyah-
Ia menyantuni tiap anak minimal 10 ribu. "Bahkan dibuatkan rekening di Bank Jatim. Dalam satu tahun, tabungan anak-anak mencapai 20 juta. Semua untuk mereka," ungkapnya.
Atas inovasi itu, ia diganjar penghargaan dari Kapolres Bondowoso dan Kapolda Jatim. Itu penghargaan pertama yang diterimanya pada 2019.
BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Polres Ngawi Turut Sukseskan PIN Polio
BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Polsek Bubutan Bangun Taman Buku Anak
Kemudian pada 2021, ia dipindahtugaskan menjadi Bhabinkamtibmas Desa Sumber Salak. Di situ, Aipda Hefry menggagas Kemitraan Domba.
Ia menggandeng peternak lokal. Satu rumah diberi 15 ekor domba. Diberi gaji. Juga satu unit sepeda motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway