Sejarah Publik dan Ujian Kesadaran Sejarah Kita

Sejarah Publik dan Ujian Kesadaran Sejarah Kita

Arya Wanda Wirayuda adalah dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unair.--

Belum lagi, jika kolaborasi tersebut jika tidak dilakukan dengan baik, justru menjadi ajang debat ego individual, kelompok atau sektoral. Apalagi, jika dilema kesadaran sejarah melibatkan pilihan bonis benar atau salah di masa lalu.

Fenomena tentang semakin banyaknya komunitas sejarah di berbagai kota di Indonesia, film dokumenter oleh stasiun-stasiun televisi berpengaruh dan video pendek di media sosial tentang sejarah, merupakan hal yang perlu diapresiasi dengan jalan memberikan komentar ilmiah dan bahkan diberi ruang khusus untuk mengkaji bersama narasi yang telah disampaikan sehingga kesempatan untuk memperbaiki bisa terbuka lebar. 

Masyarakat umum, terutama gen Z atau bahkan gen alfa, juga tidak berpotensi menjadi korban narasi sejarah yang tidak tepat. Buku dibalas dengan buku, film direspons dengan film, narasi dikritik dengan narasi; memang menjadi hal yang penting. 

Tapi, yang jauh lebih penting adalah bagaimana agar penyajian sejarah berbasis kaidah ilmiah, bukan ala kadarnya, apalagi mengikuti kebencian atau egoisme semata.

Pekerjaan rumah untuk mendorong sejarah publik tidak dapat dihindarkan. Deklarasi pembentukan Asosiasi Sejarah Publik Indonesia beberapa minggu lalu di Universitas Airlangga diharapkan bisa mengakselerasi kemampuan komunikasi dan kolaborasi banyak pihak secara kelembagaan. 

Ide, waktu, dan sumber daya tentu sangat dibutuhkan bersama untuk mengembangkan partisipasi masyarakat dalam penyajian dan penyebaran sejarah dengan cara yang ilmiah dan dapat diterima secara luas. (*)

*) Arya Wanda Wirayuda, dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unair.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: