Pocket Art Exhibition Hadirkan 252 Karya Seni Mungil dari 149 Perupa Indonesia
Pengunjung tertarik untuk mengamati detail karya seni berukuran mungil di #01 Pocket Art Exhibition, Tangerang. -- Dokumentasi Penyelenggara Pocket Art Exhibition
TANGERANG, HARIAN DISWAY - Pameran unik berlangsung di T-Space Bintaro, TANGERANG. Seluruh karyanya mungil. Ukurannya hanya 10 x 10 sentimeter saja. Pameran bertajuk #01 Pocket Art Exhibition itu akan berlangsung sampai 27 Juli 2026.
Chesna Anwar, praktisi senior perbankan yang kini menggeluti hobi melukis, mmebuka pameran tersebut pada 1 Juli 2026. Para seniman yang unjuk karya di situ, bukan hanya berasal dari dalam negeri, melainkan juga mancanegara.
#01 Pocket Art Exhibition menantang para seniman untuk merangkum ide, emosi, serta eksplorasi artistik mereka dengan memanfaatkan bidang yang terbatas.
Ruang kecil itu justru menggugah eksplorasi seniman dalam menyampaikan pesan yang kuat dan mampu mengundang pengunjung untuk mengamati detailnya lebih dekat.
BACA JUGA:206 Karya Seniman Tekstil Hilang di Pengiriman, Pameran di Festival Seni Inggris Terancam Batal
"Pameran ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak ditentukan oleh ukuran media, melainkan oleh kekuatan ide dan keberanian bereksperimen," ungkap Chesna.
Dia menambahkan bahwa kreativitas bisa menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sebab, inovasi lahir dari keberanian untuk memandang sesuatu dengan cara yang berbeda.
Total, 149 perupa berkontribusi dalam pameran yang dikuratori oleh Dick Syahrir tersebut. Dick merupakan perupa senior yang sebelumnya juga dikenal sebagai dosen Seni Rupa Murni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Sebanyak 252 karya dalam wujud dua dan tiga dimensi meramaikan #01 Pocket Art Exhibition. Semuanya hadir dalam format pocket art.
BACA JUGA: Antoro Gurat Kisahkan Perjalanan Spiritual Mendekat kepada Tuhan di Pameran Seni Tasawuf

CHESNA ANWAR memamerkan pocket art yang mengabadikan figurnya saat pembukaan #01 Pocket Art Exhibition pada 1 Juli 2026. --Dokumentasi Penyelenggara Pocket Art Exhibition
Ukurannya boleh saja sama semua. Namun, masing-masing karya menampilkan karakter, teknik, dan gagasan yang berbeda. Karya-karya itu menjadi bukti kekayaan praktik seni rupa kontemporer Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: