IHSG Tembus Support Dinamis, Ini Proyeksi Analis untuk Tren Bullish Pekan Ini

IHSG Tembus Support Dinamis, Ini Proyeksi Analis untuk Tren Bullish Pekan Ini

Setelah beberapa kali sempat berfluktuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya dengan bergerak menguat sebanyak 67,33 poin, atau setara dengan 1,10 persen ke level 6.175,54.-dok disway-

JAKARTA, HARIAN DISWAYIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif sepanjang pekan lalu dengan membukukan kenaikan 4,24 persen dan finish di level 6.175,54.

Angka itu mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh membaiknya sentimen global pasca perlambatan inflasi Amerika Serikat dan kokohnya fundamental ekonomi domestik.

Optimisme pasar juga mendapat dorongan kuat setelah lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan Stable Outlook.

Kepercayaan investor semakin dipertegas dengan realisasi investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) pada Triwulan II 2026 yang mencapai Rp257,7 triliun. Angka ini meningkat 27,4 persen secara tahunan (year-on-year) dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

BACA JUGA:IHSG Parkir di Level 5.924, IPOT: Waspadai Eskalasi Geopolitik dan Inflasi AS

BACA JUGA:IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Hari Ini Efek Harga BBM Turun, Ini Rekomendasi 4 Saham Potensial!

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menyatakan, capaian tersebut membuktikan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Meski demikian, aktivitas perdagangan sepanjang pekan lalu terpantau masih relatif rendah. Imam menduga fenomena tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya atensi pelaku pasar akibat perhelatan Piala Dunia FIFA. Mengacu pada data historis, volume perdagangan saham cenderung turun hingga 48 persen saat tim nasional masing-masing negara bertanding.

"Seiring berakhirnya turnamen tersebut, likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali sehingga dapat menjadi faktor pendukung apabila momentum penguatan IHSG berlanjut," ujar Imam.

BACA JUGA:Pelaku Industri dan MUI Jatim Sepakat, Vape Bukan Media Konsumsi Narkoba

BACA JUGA:Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, 150 Peserta dari 17 Negara Dorong Transformasi Industri

Memasuki pekan ini, fokus pelaku pasar diprediksi akan beralih pada musim laporan keuangan emiten kuartalan yang menjadi penentu rotasi sektor. Di sisi makro, pasar dalam negeri akan memantau keputusan suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan kredit perbankan, serta data suplai uang M2 (uang kartal+kuasi beredar).

Sementara dari eksternal, investor akan mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta indeks PMI dari S&P Global.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam posisi krusial karena tengah menguji ketahanan rerata 50 hari perdagangan (MA50) di level 6.190. Keberhasilan menembus level tersebut dengan volume transaksi yang memadai bisa menjadi sinyal kuat pembalikan tren (trend reversal) ke arah yang lebih positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: