Transformasi Digital UMKM Gresik: Pemanfaatan Teknologi Kunci Usaha Tetap Bertahan
Warga Gresik memadati bazar UMKM di Petronite Gresik yang berlangsung di SOR Gresik.-Humas Petrokimia Gresik-
“Penerapan pembayaran non-tunai melalui QRIS untuk seluruh transaksi di festival ini adalah langkah yang sangat bagus. Ini menjadi sarana edukasi yang konkret agar pelaku UMKM di Kabupaten Gresik bisa naik kelas dan ekosistem bisnisnya semakin kuat menghadapi era digital,” katanya.
Menurut Ricke, digitalisasi akan memudahkan pelaku usaha melakukan pencatatan transaksi, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Saat meninjau festival, ia juga menyempatkan membeli sejumlah produk khas Gresik sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal. Mulai olahan telur ikan dari Kelurahan Lumpur, bubur masin dari Kelurahan Karangturi, hingga plered dari Kelurahan Sukorame.

Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif berfoto bersama Jajaran Direksi Petrokimia usai membuka PetroNite Fest 2026.-Humas Petrokimia Gresik-
“Saya tadi membeli olahan telur ikan dari Kelurahan Lumpur, bubur masin dari Kelurahan Karangturi, plered dari Kelurahan Sukorame, dan banyak lagi. Rasanya enak-enak dan kearifan lokalnya sangat terasa,” ujarnya.
PetroNite Fest 2026 sendiri diikuti 670 tenant, terdiri atas 558 pedagang kaki lima, 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP. Seluruh transaksi diarahkan menggunakan QRIS sebagai bagian dari edukasi digital bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Hasilnya cukup menggembirakan. Selama penyelenggaraan festival, nilai transaksi mencapai sekitar Rp14,4 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan 30 ribu hingga 50 ribu orang setiap hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa ketika UMKM diberi ruang promosi sekaligus didukung sistem transaksi modern, potensi ekonomi lokal mampu tumbuh lebih cepat.
Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada momentum festival semata. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemanfaatan marketplace, strategi promosi melalui media sosial, pengelolaan keuangan digital, hingga pengenalan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengembangan usaha.
Bagi DPRD, ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya banyaknya pelaku UMKM yang memiliki akun marketplace atau menerima pembayaran QRIS. Yang lebih penting adalah meningkatnya omzet, bertambahnya lapangan kerja, serta semakin luasnya pasar bagi produk-produk lokal Gresik.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, UMKM Gresik dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang. Dengan kualitas produk yang terus dijaga, didukung pemasaran digital dan transaksi yang semakin modern, usaha kecil tidak lagi hanya mengandalkan pembeli di sekitar tempat usaha. Produk-produk lokal pun memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas, bahkan bersaing di tingkat nasional. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: