Berserawung agar Tak Kontrang-kantring

Berserawung agar Tak Kontrang-kantring

ILUSTRASI Berserawung agar Tak Kontrang-kantring.-Arya/AI-Harian Disway-

Padahal, maknanya jauh lebih dalam. Serawung adalah ruang tempat manusia saling hadir, mendengar, berbagi pengalaman, dan membangun rasa saling memiliki. 

Apa yang oleh Wilbur Schramm dijelaskan sebagai proses membangun commonness, dalam praktik kehidupan masyarakat telah lama tumbuh melalui budaya serawung.

Menghidupkan kembali semangat serawung tidak berarti menolak teknologi atau mengajak masyarakat kembali hidup seperti masa lalu. Di tengah transformasi digital yang mengubah cara manusia berkomunikasi, serawung justru menjadi pengingat bahwa komunikasi tidak berhenti pada tersampaikannya informasi, tetapi pada kemampuan mempertemukan pengalaman hidup melalui percakapan. 

Mungkin karena itu, jawaban atas masyarakat yang mulai kontrang-kantring bukanlah makin banyak saluran komunikasi, melainkan makin banyak kesempatan untuk berserawung sebagai ruang dialog antargenerasi yang menumbuhkan kesalingpahaman.

Jika kontrang-kantring adalah metafora tentang rapuhnya hubungan antarmanusia, serawung adalah ikhtiar untuk merawatnya kembali. (*)

*) Gilang Gusti Aji adalah dosen ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: