Mengapa Banyak Perkara Sepele Berakhir Pembunuhan?: Soal Status Ekonomi

Mengapa Banyak Perkara Sepele Berakhir Pembunuhan?: Soal Status Ekonomi

ILUSTRASI Mengapa Banyak Perkara Sepele Berakhir Pembunuhan?: Soal Status Ekonomi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Dikutip dari dokumen American Psychological Association (APA) 2010, berjudul Violence & Socioeconomic Status, diungkapkan bahwa kemiskinan memang terkait tindak kekerasan.

Socioeconomic status (SES) atau status sosial ekonomi orang tidak hanya mencakup pendapatan orang, tetapi juga terkait pencapaian pendidikan, keamanan finansial, dan persepsi subjektif tentang status sosial dan kelas sosial seseorang.

SES mencakup atribut kualitas hidup serta peluang dan hak istimewa yang diberikan kepada orang-orang dalam masyarakat.

Kemiskinan, khususnya, bukanlah faktor tunggal, melainkan lebih ditandai oleh berbagai tekanan fisik dan psikososial.

SES merupakan prediktor yang konsisten dan dapat diandalkan untuk berbagai hasil di sepanjang rentang kehidupan, termasuk kesehatan fisik dan psikologis. Dengan demikian, SES relevan untuk semua bidang ilmu perilaku dan sosial, termasuk penelitian, praktik, pendidikan, dan advokasi.

SES memengaruhi fungsi manusia secara keseluruhan, termasuk kesehatan fisik dan mental. SES rendah dan korelasinya, seperti pencapaian pendidikan yang lebih rendah, kemiskinan, dan kesehatan yang buruk.

Pada akhirnya, SES memengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Antara lain, orang dengan SES rendah lebih gampang bertindak kekerasan daripada SES tinggi.

Jika dikaitkan dengan kondisi di Indonesia, yang mayoritas rakyat dengan SES rendah, memang berkesesuaian. Maling ayam, antre sate, antre nasi uduk, berakhir pembunuhan. Semuanya terkait dengan makan. Makanan orang. Kebutuhan hidup paling dasar manusia. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: