FIFA Ingin Jual Hak Komersial Piala Dunia, UEFA Bereaksi Keras
FIFA berencana membentuk FFE dan menjual saham minoritas hak komersial turnamen demi meningkatkan dana pengembangan.-Alex Wong-Getty Images
Pengumuman FIFA langsung memicu reaksi keras dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu menilai proposal tersebut berpotensi mengubah tata kelola olahraga menjadi instrumen bisnis yang lebih mengutamakan kepentingan investor.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut rencana FIFA telah melewati batas yang semestinya dijaga oleh lembaga pengatur sepak bola dunia.
"Langkah ini telah melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh institusi pengelola sepak bola," tulis UEFA.
UEFA juga mengkritik minimnya transparansi mengenai siapa saja yang akan memperoleh keuntungan finansial dari pembentukan perusahaan baru tersebut.
FBACA JUGA:FIFA Kaji Dugaan Pelanggaran Argentina usai Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland
BACA JUGA:Argentina Dituding Dibantu FIFA dan Wasit, Lionel Messi Akhirnya Buka Suara

Didukung federasi besar seperti Inggris dan Jerman, UEFA tutup rapat pintu kualifikasi Piala Dunia bagi timnas maupun klub asal Rusia. Foto: Presiden UEFA Aleksander Ceferin--Getty Images
Menurut mereka, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi nasional, liga, klub, pemain, suporter hingga pemerintah, harus memberikan perhatian serius terhadap proposal tersebut.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperdagangkan. Tidak seorang pun memiliki sepak bola. Itu bukan sesuatu yang bisa dijual oleh FIFA," lanjut pernyataan UEFA.
Penolakan juga datang dari sejumlah klub elite Eropa. Mereka dikabarkan menyampaikan keberatan secara tertutup.
Mereka khawatir kehadiran investor akan mendorong FIFA mengambil keputusan berdasarkan potensi keuntungan komersial semata. Bukan lagi kepentingan olahraga.
BACA JUGA:UEFA Siap Blokir Rusia dari Sepak Bola Internasional, FIFA Pertimbangkan Reintegrasi
BACA JUGA:UEFA Tolak Ikuti Jejak FIFA Soal Hydration Break, Apa Alasannya?
Investor Dipastikan Tak Punya Kendali
FIFA menegaskan investor yang masuk ke FFE hanya akan memiliki kepemilikan minoritas. Mereka tidak akan mendapatkan hak mengendalikan perusahaan maupun menentukan arah kebijakan olahraga.
Organisasi tersebut memastikan seluruh keputusan mengenai regulasi, kalender internasional, hingga format kompetisi tetap berada di bawah kewenangan FIFA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber