Peran Ayah, LGBT, dan Ancaman Nonmiliter

Peran Ayah, LGBT, dan Ancaman Nonmiliter

ILUSTRASI Peran Ayah, LGBT, dan Ancaman Nonmiliter.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Oleh sebab itu, setiap keputusan mutasi prajurit hendaknya tidak hanya mempertimbangkan karier kedinasan ataupun kualitas sekolah, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan pengasuhan. 

Selama kondisi memungkinkan, perpindahan tugas sebaiknya diikuti dengan perpindahan istri dan anak.

Peran ayah menjadi sangat penting karena kehadirannya menghadirkan kasih sayang, keteladanan, rasa aman, dan arah dalam proses tumbuh kembang anak. Anak yang tumbuh dengan figur ayah dan ibu yang hadir secara utuh akan memiliki ruang yang sehat untuk bertanya, berdiskusi, dan mencari jati diri tanpa harus mencari pengganti figur keluarga di luar rumah. 

Bagi prajurit TNI, menjaga keluarga sejatinya merupakan bagian dari menjaga negara. Sebab, pertahanan bangsa tidak hanya dibangun oleh kekuatan persenjataan, tetapi juga oleh keluarga-keluarga yang kokoh, yang melahirkan generasi berkarakter, berakhlak, mencintai tanah air, serta mampu menyaring berbagai pengaruh global secara bijaksana. 

Di tengah dinamika zaman, kehadiran seorang ayah mungkin tampak sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan salah satu investasi terbesar dalam membangun ketahanan keluarga dan masa depan Indonesia. 

Menjaga negara dan menjaga keluarga bukanlah dua tugas yang saling bersaing, melainkan dua bentuk pengabdian yang saling menguatkan. (*)

*) Hisnindarsyah adalah kepala Unit Kerja Sama Pusat Kesehatan TNI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: