Londo Ireng dan Luka Lama Kolonialisme
ILUSTRASI Londo Ireng dan Luka Lama Kolonialisme.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Kritik Harus Berdasarkan Bukti
Kewaspadaan terhadap kepentingan asing tetap penting dan diperlukan. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa kekuatan luar pernah memanfaatkan perpecahan di dalam negeri. Namun, bangsa yang percaya diri tidak hidup dari rasa curiga terus-menerus. Ia mampu menerima kritik tanpa segera mempertanyakan kecintaan anak bangsa kepada negara.
Dalam pandangan Islam, kewaspadaan tetap perlu berjalan bersama keadilan. Surah Al-Ma’idah ayat 8 mengingatkan agar rasa tidak suka kepada suatu kelompok tidak menjauhkan seseorang dari sikap adil.
Pesan itu penting bagi semua pihak: pemerintah, media, pengamat, dan LSM. Setiap pihak dapat berbeda pandangan, tetapi penilaian terhadap orang lain perlu dijaga agar tidak berubah menjadi prasangka.
Londo ireng mengingatkan bahwa istilah dari masa lalu dapat membawa beban panjang ketika dipakai kembali. Ia tidak datang sebagai kata biasa. Di dalamnya ada sejarah pengkhianatan, penjajahan, dan kecurigaan.
Sejarah memang perlu diingat. Namun, orang-orang yang hidup hari ini tetap berhak dinilai dari tindakan dan bukti yang ada, bukan dari bayangan lama yang langsung dilekatkan kepada mereka.
Prabowo berhak mengingatkan adanya bahaya kepentingan asing. Media, pengamat, dan LSM pun wajib menjaga integritasnya dengan bekerja berdasarkan data, terbuka mengenai kepentingan yang dibawa, dan tidak menyampaikan kritik secara sembarangan.
Namun, kewaspadaan juga perlu dijaga agar tidak terlalu cepat berubah menjadi stempel atau cap pada orang yang berbeda pandangan. (*)
*) Bagus Suminar adalah aktivis ICMI Jatim, anggota Task Force Persyada Al Haromain, dan dosen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: