Proyek V4 Yamaha Kacau? Sasis M1 Terpaksa Dirombak Total dari Nol!

Proyek V4 Yamaha Kacau? Sasis M1 Terpaksa Dirombak Total dari Nol!

Augusto Fernandez (47), saat turun sebagai pembalap Wildcard Yamaha di GP Jerez 2026--Twitter Lambe #Rasing6 @LambeRacing

HARIAN DISWAY - Langkah radikal Yamaha beralih ke mesin V4 pada musim 2026 tak melintasi jalur mulus. Demi mengejar tenaga, pabrikan asal Iwata ini justru harus membayar harga mahal: hilangnya front-end feel dan cengkeraman roda depan yang selama ini menjadi jiwa serta kekuatan utama karakter YZR-M1.

Menyadari krisis kelincahan tersebut, Yamaha kini mengambil keputusan ekstrem dengan merombak total pendekatan desain sasis dari nol, demi menyambut era baru 850 cc.

Musim 2026 menjadi era transisi penting bagi Yamaha seiring peralihan dari konfigurasi mesin inline-4 ke V4. Namun, proses ini tidak berjalan mulus dan justru menghadirkan tantangan baru bagi para insinyur di Iwata, Jepang.

​Performa mesin kerap dituding sebagai titik lemah utama YZR-M1 musim ini. Kendati demikian, pergeseran ke mesin V4 rupanya juga mengorbankan karakter utama motor Yamaha: hilang rasa percaya diri pada roda depan (front-end feel & grip) saat memasuki tikungan.

​Menjelang berlakunya regulasi baru 850 cc dan penggunaan ban Pirelli pada musim 2027, Yamaha bergerak cepat. Pabrikan berlogo Garpu Tala ini kini tengah merombak total pendekatan desain sasis demi mengembalikan kelincahan khas M1 di tikungan.

BACA JUGA:Moto3 Silverstone 2026: Veda Ega Pratama Usung Misi Balas Dendam di GP Inggris

BACA JUGA:Kolaborasi Quartararo dan Honda Bikin Kubu Ducati Mulai Panik

​Hal tersebut diungkapkan oleh test rider Yamaha, Augusto Fernandez, yang tampil sebagai pembalap wildcard di GP Inggris 2026.

“Semuanya berjalan dengan baik. Kami menguji beberapa hal di Jerez pekan lalu dan mencatatkan kemajuan. Jalan kami masih panjang untuk menyiapkan paket tahun depan, tetapi pekerjaan di Jerez memberikan hasil positif. Kami juga memprotes beberapa komponen di Silverstone untuk pengerjaan detail kecil,” ujar Augusto Fernandez.

​Fernandez menegaskan bahwa fokus utama para insinyur Yamaha saat ini adalah membangun ulang sasis dari nol.

​“Kami merancang ulang sasis dari awal. Sasis motor tahun lalu sebenarnya masih sedikit lebih baik. Kami tahu mesin adalah titik lemah, tetapi kami juga kehilangan performa dari sisi sasis. Saat ini kami mencoba menyatukan kembali paket tersebut secara bertahap,” lanjutnya.


Pembalap uji Yamaha, Augusto Fernandez (47), jadi pembalap Wildcard Yamaha di GP Inggris 2026--Twitter Yamaha Racing @YamahaRacingCom

​Pada balapan di Silverstone, Augusto Fernandez harus beradaptasi kembali dengan karakter motor 1.000 cc V4, ban Michelin, serta Ride Height Device.

“Silverstone adalah trek favorit saya, senang rasanya bisa kembali balapan di sini. Tantangan terbesar ada pada adaptasi ban Michelin dan mesin 1.000 cc. Mengenai ride height device, saya bukan penggemar berat perangkat ini setelah terbiasa tanpa alat tersebut di motor 850 cc,” ungkap pembalap asal Spanyol itu.

BACA JUGA:FIM Bermanuver Senyap! WorldSBK Bersiap Ekspansi ke Tiongkok pada Musim 2027

BACA JUGA:Kutukan Silverstone Berlanjut? MotoGP Inggris Bersiap Lahirkan Juara Ke-8 Berbeda!

​Pengembangan sasis dan aerodinamika untuk era 850 cc tidak hanya digarap oleh Fernandez, tetapi juga dibantu penguji berpengalaman, Andrea Dovizioso.

​Data komprehensif yang dikumpulkan oleh kedua test rider sepanjang musim ini akan menjadi fondasi utama Yamaha sebelum paket final diserahkan kepada jajaran pembalap utama mereka pada era 850 cc mendatang.

Langkah cerdas Yamaha dalam memanfaatkan data kesulitan sasis dari motor V4 1000cc musim ini, diharapkan mampu melahirkan paket sasis terbaru untuk motor 850cc yang stabil, dan kembali ramah terhadap Front-end grip. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: