Kutukan Silverstone Berlanjut? MotoGP Inggris Bersiap Lahirkan Juara Ke-8 Berbeda!

Kutukan Silverstone Berlanjut? MotoGP Inggris Bersiap Lahirkan Juara Ke-8 Berbeda!

Michelin Motorsport, bawa perubahan teknologi ban di GP Inggris 2026--Twitter Paddock GP @Paddockgp1

HARIAN DISWAY - Libur panjang musim panas telah usai dan paruh kedua Kejuaraan Dunia FIM MotoGP siap bergulir di lintasan legendaris Sirkuit Silverstone. Sebagai trek terpanjang sekaligus salah satu yang tercepat di kalender balap, Silverstone menyajikan tantangan ekstrem bagi para pembalap dan teknisi.

Menghadapi cuaca Inggris yang tak menentu serta suhu tinggi di bulan Agustus, Michelin Motorsport resmi menyuntikkan amunisi ban baru demi menjamin performa maksimal.

Akankah Silverstone kembali melahirkan juara baru dan memperpanjang tradisi rekor uniknya musim ini?

Setelah masa libur musim panas selama hampir empat minggu, para kontestan Kejuaraan Dunia FIM MotoGP siap kembali turun ke lintasan. Pemasok ban tunggal, Michelin Motorsport, juga bersiap menghadapi paruh kedua musim yang menjanjikan persaingan sengit.

​Sirkuit Silverstone dibangun di atas bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF). Berjarak sekitar satu jam perjalanan darat dari selatan Birmingham dan 1,5 jam di utara London, tribun sirkuit ini mampu menampung hingga 160.000 penonton.

Lintasan aslinya dibuat pada 1947 oleh sekelompok pencinta olahraga otomotif, sebelum akhirnya menyelenggarakan Grand Prix sepeda motor pertamanya pada 1977.

BACA JUGA:KTM Gagal Cegah Pedro Acosta Membelot ke Ducati

BACA JUGA:Sirkuit Silverstone Jadi Ujian Konsistensi Ai Ogura di Paruh Kedua MotoGP 2026

​Saat ini, Sirkuit Silverstone memiliki panjang 5,9 km dengan delapan tikungan kiri dan sepuluh tikungan kanan. Sebagai trek terpanjang di kalender balap musim ini, Silverstone juga menjadi salah satu yang tercepat.

Lintasan lurusnya, beberapa di antaranya mencapai panjang 770 meter, memungkinkan motor menembus kecepatan mendekati 340 km/jam, sementara serangkaian tikungan berkecepatan tinggi memberikan beban signifikan pada ban.

Setelah pengaspalan ulang pada 2019, karakter aspal Silverstone menawarkan daya cengkeram moderat dengan tingkat abrasif yang relatif rendah. Efeknya, keausan ban cenderung mudah dikendalikan.


Sirkuit Silverstone saat digunakan sebagai ajang Grand Prix MotoGP 2025--Twitter KONTRA @kontra_motto

Meski demikian, titik pengereman keras tetap memberi tekanan tinggi pada ban depan. Di bagian belakang motor, akselerasi kuat dan penggunaan throttle jangka panjang membuat ban bekerja keras secara berulang.

​Faktor paling sulit diprediksi adalah cuaca. Paparan sinar matahari, suhu, hingga curah hujan dapat berubah cepat di kawasan ini, bahkan pada puncak musim panas sekalipun.

Kendati demikian, tim Michelin Motorsport telah bersiap menghadapi segala kemungkinan, terutama mengingat pergeseran jadwal Grand Prix 2026 yang sebelumnya digelar pada Mei 2025.

BACA JUGA:Tolak Rayuan Rival, Raul Fernandez Setia di Trackhouse

BACA JUGA:Ducati Curi Start! Nicolo Bulega Uji Mesin Prototipe 850cc untuk MotoGP 2027 di Mugello

​Piero Taramasso, Manajer Kompetisi Roda Dua Michelin, menjelaskan strategi timnya: ​“Tahun lalu, kami menghadapi suhu lintasan yang relatif dingin, yakni 24°C saat Tissot Sprint dan 28°C untuk Grand Prix. Mengingat gelombang panas terik yang melanda Eropa beberapa pekan terakhir, serta fakta bahwa Agustus umumnya lebih hangat ketimbang Mei, kami memutuskan menambah alokasi ban depan dari dua menjadi tiga pilihan kompon demi mencakup kondisi yang lebih luas. Kompon ban yang ditawarkan masih sama dengan tahun lalu,” ujar Piero Taramasso.

​“Namun untuk ban belakang, kompon Soft telah diperbarui dengan peningkatan kekakuan agar lebih optimal mengatasi potensi suhu tinggi. Sementara itu, ban kompon Medium tetap mempertahankan spesifikasi teknis dari musim lalu,” lanjutnya.

​“Penyesuaian ini tidak menimbulkan kendala khusus karena kami sangat mengenali karakter Silverstone dan mengantongi banyak data akurat. Para mitra kami dapat memanfaatkan sesi Jumat untuk mengevaluasi berbagai kombinasi ban depan dan belakang demi persiapan balapan akhir pekan.” pungkasnya. 

Untuk Grand Prix Inggris Qatar Airways 2026, para pembalap dapat memilih tiga spesifikasi ban depan MICHELIN Power Slick bertipe simetris: Soft, Medium, dan Hard. Untuk roda belakang, pilihan kompon Soft dan Medium disediakan agar pembalap bisa memprioritaskan tingkat cengkeraman lebih tinggi atau konsistensi performa jangka panjang.

Sementara untuk ban belakang dirancang asimetris, dengan penguatan di sisi kanan tapak, guna mengatasi jumlah tikungan kanan yang lebih banyak.

Jika terjadi hujan, Michelin menyediakan opsi ban basah MICHELIN Power Rain dengan spesifikasi serupa (tersedia dalam kompon Soft dan Medium).

“Tujuan kami tetap sama: menyediakan ban yang tepat di waktu yang tepat. Kami yakin spesifikasi yang dipilih dari katalog MotoGP ini sangat cocok dengan karakteristik Silverstone dan berbagai kondisi yang mungkin terjadi. Pilihan ini akan memungkinkan para pembalap memaksimalkan potensi motor mereka, dan bukan tidak mungkin mencetak rekor baru,” ujar Piero Taramasso.

Pada edisi 2025, Fabio Quartararo mengukir rekor sirkuit mutlak saat kualifikasi dan mengamankan pole position dengan catatan waktu 1 menit 57.233 detik.

Pembalap asal Prancis itu menjadi peraih pole position ketujuh yang berbeda dalam tujuh edisi Grand Prix Silverstone sejak era ban Michelin. Uniknya, tujuh edisi tersebut juga menghasilkan tujuh pemenang yang berbeda.

​Dalam tujuh edisi terakhir, Ducati mencatatkan tiga kemenangan, Aprilia dua kemenangan, sementara Yamaha dan Suzuki masing-masing mengemas satu kemenangan.

​Akankah skenario unik ini terulang tahun ini? Apakah peraih waktu tercepat di kualifikasi nanti akan menjadi peraih pole position kedelapan yang berbeda?(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: