All Cops Are Bonek! Final Piala Presiden yang Mengubah Wajah Mapolrestabes
Ekspresi kegembiraan Dahlan Iskan saat merayakan kemenangan dramatis Persebaya di halaman Mapolrestabes Surabaya, Kamis, 6 Agustus 2026.-DNPHOTO27 untuk Harian Disway-DNPHOTO27 untuk Harian Disway
Polisi hadir sebagai bagian dari perayaan. Menyiapkan layar, mengatur arus massa, memastikan ribuan orang dapat menikmati pertandingan tanpa rasa khawatir.
Selepas pertandingan, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan hanya menyampaikan satu pesan. "Alhamdulillah berjalan lancar. Hari ini Persebaya juara. Ini kita syukuri, tapi tetap harus tertib. Saya minta warga Surabaya pulang ke rumah masing-masing dengan tertib, tidak ada hal-hal yang menimbulkan kekacauan di lingkungan,” terangnya.
Pesan itu dijalankan. Ribuan Bonek meninggalkan lokasi secara perlahan. Jalan tetap dipenuhi warna hijau. Namun, malam berakhir tanpa gejolak berarti.
Arus massa bergerak perlahan meninggalkan Mapolrestabes. Ribuan Bonek menyusuri jalan di sekitar Jembatan Merah tanpa gesekan. Bahkan Bonek dan Polisi berada di satu sepeda motor untuk merayakan gelar itu.
BACA JUGA:Ketika Dahlan Iskan dan Kombes Pol Luthfie Larut dalam Euforia Juara Persebaya
BACA JUGA:Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Punya Nyali, Punya Trofi!
Ahmad Hamdallah, Bonek asal Sememi, Surabaya, menjadi salah satu yang merasakan suasana itu. Ia datang ke Mapolrestabes karena ingin merayakan momen bersejarah bersama ribuan pendukung Persebaya lainnya.
"Polisinya baik. Bisa diajak guyonan (bercanda,Red), enggak baper waktu nonton sama konvoi pulang. Sempat tos juga waktu balik," ujarnya.
Bahkan di Instagram Harian Disway ada komentar paling menggelitik: All Cops Are Bonek.
Momen Unit Respatti Polrestabes Surabaya Ikut Konvoi Persebaya Juara, Bonek: All Cops Are Bonek!-Harian Disway-Instagram
Pemandangan di Surabaya hanyalah satu potongan cerita dari Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim itu menjelma menjadi pesta hiburan rakyat. Stadion penuh saat babak grup. Ruang-ruang nobar juga bermunculan.
Dari halaman Mapolrestabes sampai warkop-warkop kecil di sudut kampung, malam juara itu menghidupkan banyak hal: dagangan laku, orang berkumpul, dan polisi bisa berdiri di tengah perayaan tanpa jarak dengan suporternya.
Andaikan malam seperti itu lebih sering hadir di kota-kota lain, ingatan orang mungkin tidak berhenti pada gol penalti Gledson Paixao.
Yang tertinggal justru keyakinan bahwa Indonesia ternyata masih bisa disatukan oleh sepak bola. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: