Trump Kirim Jared Kushner untuk Temui Netanyahu, Bahas Implementasi Rencana Gaza
Jared Kushner bersama Presiden AS Donald Trump. -Jared Kushner-X
HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengirim menantu sekaligus penasihat seniornya, Jared Kushner, ke Israel dan Mesir pekan depan untuk mendorong pelaksanaan rencana perdamaian Gaza yang menghadapi penolakan dari pemerintah Israel.
Kushner akan didampingi sejumlah pejabat anggota Board of Peace (BoP), termasuk perwakilan senior untuk Gaza Nickolay Mladenov dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Rombongan tersebut dijadwalkan tiba di Israel pada Minggu sebelum melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir.
Di Israel, Kushner dan Mladenov akan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta pejabat senior lainnya untuk membahas pelaksanaan tahap berikutnya dari rencana Trump dalam beberapa bulan mendatang.
BACA JUGA:Netanyahu Tolak Rencana Trump untuk Gaza, Israel Tak Akan Tarik Pasukan
BACA JUGA:Perdamaian Gaza-Timur Tengah Terganjal di Yerusalem: Netanyahu Tolak Trump
Kunjungan itu menjadi upaya Washington mengatasi kebuntuan setelah Netanyahu menolak rencana yang disetujui Board of Peace dan diterima Hamas.
Rencana tersebut mencakup perlucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pengalihan pemerintahan kepada komite teknokrat Palestina, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas sepenuhnya dilucuti.
Sikap tersebut bertentangan dengan peta jalan Board of Peace yang mengatur perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel berlangsung secara bertahap dan paralel.
BACA JUGA:Netanyahu Temui Trump di Gedung Putih, Iran Jadi Agenda Utama Pembahasan
BACA JUGA:Panas-Dingin Timur Tengah Soal Selat Hormuz: Kalau Dibuka, Harus Ada Ganti Rugi
Seorang pejabat AS mengatakan Washington dan Israel sebenarnya memiliki tujuan strategis yang sama, tetapi masih terdapat perbedaan mengenai pelaksanaan rencana tersebut.
“Kami memiliki pandangan yang sama mengenai tujuan strategis, tetapi Israel telah menyampaikan sejumlah keraguan terhadap rencana tersebut dan kami ingin berbicara dengan mereka untuk memastikan koordinasi,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip Axios.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: