Trump Minta Pentagon Kurangi Latihan Militer dengan Korea Selatan

Trump Minta Pentagon Kurangi Latihan Militer dengan Korea Selatan

Marinir AS dan Korea Selatan mengikuti latihan militer gabungan di Rodriguez Live Fire Complex, Korea Selatan, 28 Juli 2026.-Lance Cpl. Marcus Henson-U.S. Marine Corps

HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk secara substansial mengurangi latihan militer gabungan dengan Korea Selatan

Trump menyebut beberapa alasan, antara lain soal biaya latihan hingga hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia juga menyinggung penolakan Seoul membantu upaya AS melakukan denuklirisasi Iran.

Trump menyampaikan perintah tersebut melalui Truth Social pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan Ulchi Freedom Shield (UFS) dimulai. 

“Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un, dari Korea Utara, saya tidak senang dengan kenyataan bahwa Amerika Serikat telah sejak lama menyetujui untuk berpartisipasi dalam Latihan Militer Gabungan dengan Korea Selatan,” tulis Trump. 

BACA JUGA:Trump Ancam Akan Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

BACA JUGA:Trump Kirim Jared Kushner untuk Temui Netanyahu, Bahas Implementasi Rencana Gaza

Trump mengatakan latihan tersebut mahal. Menurutnya, latihan juga mengirimkan sinyal yang tidak tepat kepada Korea Utara. 

“Latihan-latihan ini bukan hanya mahal, dengan sebagian besar biayanya ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan,” tulisnya. 

Trump mengatakan pembatalan latihan sudah terlambat. Karena itu, ia memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi skalanya secara signifikan. 

Trump juga mengaitkan keputusan tersebut dengan sikap Seoul terhadap Iran. “Baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, ‘Tidak, terima kasih!’” tulis Trump. 

BACA JUGA:Trump Balas Minta Ganti Rugi Perang ke Iran, Pembukaan Selat Hormuz Masih Menggantung

BACA JUGA:Perdamaian Gaza-Timur Tengah Terganjal di Yerusalem: Netanyahu Tolak Trump

Latihan UFS dimulai pada Senin, 17 Agustus. Latihan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus. Sekitar 18.000 tentara Korea Selatan dijadwalkan berpartisipasi. 

Korea Selatan mengatakan latihan tetap dimulai sesuai jadwal. Seoul juga akan melanjutkan koordinasi dengan AS terkait pertahanan gabungan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: