Menilik Industri Robotika Tiongkok yang Kian Maju: Robot Pun Cari Pekerjaan
ANAK-ANAK BERMAIN bersama robot Pangda di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.-JADE GAO-AFP-
Siapa yang bisa mengalahkan Tiongkok dalam industri robotika kiwari. Selain pabrik-pabrik kian otomatis, kehadiran robot humanoid pun membuat ’’pasar tenaga kerja’’ kian kompetitif.
ANAK-anak itu menatap Wuji dengan penuh rasa ingin tahu. Sesosok robot humanoid menyambut mereka di Sekolah Robot Hangzhou. Seperti ditulis Agence Frane-Presse, 19 Agustus 2026, robot itu terlihat begitu imut. Tangannya bergerak halus. Begitu teatrikal.
Suara yang keluar dari robot itu terdengar seperti perempuan muda. Dia bisa dengan runtut menjelaskan visi sekolah tersebut: melatih tenaga kerja mekanis masa depan.
Ya, Wuji bukan manusia. Dia juga belum sepenuhnya menjadi robot pekerja. “Saya masih dalam masa pelatihan. Jadi saya merasa sedikit gugup,” katanya kepada para pengunjung.
Wuji menyebut dirinya “intern”. Pekerja magang. Dia adalah model Unitree yang telah dimodifikasi.
BACA JUGA:HUT ke-81 RI di KBRI Beijing: Doa untuk NTT hingga Peluncuran Buku Indonesia-Tiongkok
Adegan itu menggambarkan ambisi besar Tiongkok di bidang robotika. Negara itu sedang mendorong robot humanoid menjadi garda terdepan baru dalam ledakan industri kecerdasan buatan.
Antusiasmenya besar. Kekhawatirannya juga besar.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, ratusan perusahaan berkumpul di World Robot Conference di Beijing. Pada hari yang sama, Unitree mencatat debut yang sangat dinanti di pasar saham. Harga saham perusahaan itu melonjak lebih dari 600 persen saat pembukaan.
Namun ada satu masalah. Sebagian besar pertaruhan itu masih tentang masa depan. Penggunaan komersial robot humanoid paling canggih pun masih terbatas.
Unitree memang menjadi salah satu nama robot humanoid paling dikenal. Robot-robotnya pernah memukau penonton dengan tarian bela diri yang luwes. Mereka juga tampil dalam simulasi pertarungan kickboxing antrobot.

ROBOT PRODUKSI UNITREE membuat kopi di Hangzhou Robot School, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.-JADE GAO-AFP-
Tetapi perusahaan itu sendiri mengakui problem yang muncul. Dalam prospektus, Unitree menyebut penerapan komersial berskala besar masih menghadapi ketidakpastian. Kemajuannya juga berisiko tidak memenuhi ekspektasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: