Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Optimalkan OMC dan Tambah Armada Udara
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dan Tengah.-Bakom RI-
Ristianto mengatakan operasi udara digunakan untuk membantu satuan tugas darat, terutama dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk menambah dukungan armada water bombing di Kalimantan Tengah.
BACA JUGA:El Nino Mengancam, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Karhutla di Sumatra Selatan
BACA JUGA:Karhutla Melanda Perbukitan Batu Kodok Situbondo, 4 Hektare Lahan Ilalang Hangus Terbakar
“Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara,” katanya.
Namun, operasi udara menghadapi kendala berupa asap pekat di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang pilot terhadap sasaran dan jalur penerbangan.
“Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman,” ujar Ristianto.
Keterbatasan operasi udara tidak menghentikan penanganan karhutla. Satuan tugas darat tetap melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, dan penjagaan di lokasi rawan. Strategi penanganan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.(*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: