Pasis Seskoad Gelar Komunikasi Sosial tentang Kebakaran Hutan dan Lahan
Sebanyak 14 Pasis Dikreg Seskoad LXVIII menggelar komunikasi sosial (Komsos) bersama tokoh agama Kabupaten Kampar Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., untuk menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu,-TNI-AD-
HARIAN DISWAY - Sebanyak 14 Pasis Dikreg Seskoad LXVIII menggelar komunikasi sosial (Komsos) bersama tokoh agama Kabupaten Kampar Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., untuk menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk melaksanakan penyuluhan kepada personel TNI dan masyarakat. Komsos juga menjadi bagian dari pelaksanaan KKL Wilhan dan KKL Binsat untuk mengevaluasi penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.
Kegiatan diikuti 14 Pasis Dikreg Seskoad LXVIII dengan pendamping Kolonel Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos., serta Kolonel Inf Hari Santoso, S.Sos., M.I.P., M.H.I. Pertemuan tersebut menjadi sarana komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat terkait upaya pencegahan Karhutla.
Dalam Komsos tersebut dibahas pentingnya keterlibatan seluruh komponen dalam pencegahan Karhutla. Unsur tersebut meliputi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, TNI/Polri, perusahaan, dan dunia usaha.
BACA JUGA:Prabowo Kerahkan 1.500 TNI dan 6 Helikopter Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat
BACA JUGA:Pererat Kerja Sama Pertahanan, Personel TNI Bakal Terima Pendidikan Militer di Tiongkok
Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pencegahan Karhutla. Penyampaian pesan pelestarian lingkungan juga dapat dilakukan melalui khutbah, ceramah, pengajian, serta berbagai kegiatan keagamaan.
Prof. H. Abdul Somad menegaskan, kehadiran TNI di Riau tidak hanya berkaitan dengan penanganan Karhutla. TNI juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Pagi ini kita bersama dengan bapak-bapak dari TNI yang datang jauh untuk ke Riau memadamkan api, sosialisasi kepada masyarakat. Supaya kita lebih tertib, lebih mengerti,” ujar Prof. H. Abdul Somad atau yang biasa disapa dengan UAS.
Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan merupakan persoalan moral yang perlu mendapat perhatian bersama.
BACA JUGA:Drone Laut Kamikaze PT PAL Diuji Coba di Latgab TNI 2026, Hantam Target dengan 150 Kg Peledak
“Dosa tidak hanya zina, tidak hanya mabuk, tidak hanya narkoba, tapi ada namanya dosa ekologi. Dosa merusak alam,” tegasnya.
Menurut Prof. H. Abdul Somad, menjaga kelestarian alam juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Karena itu, masyarakat perlu menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: