Timnas Indonesia Gagal di AFF 2026, PSSI Minta Suporter Stop Ujaran Kebencian
Timnas Indonesia menghadapi ekspektasi tinggi pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan diselenggarakan pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.-Tangkapan Layar Instagram@ivarjnr-
HARIAN DISWAY — Kekecewaan masih terasa setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Hasil tersebut memang tidak sesuai harapan. Tapi, PSSI mengingatkan agar kekecewaan tidak berubah menjadi hujatan, perundungan, ancaman, apalagi serangan kepada keluarga pemain.
Pesan itu sejalan dengan kampanye FIFA bertajuk "Protecting players online around the world." Melalui unggahan di Instagram, FIFA mengusung seruan "Stop Hate, Protect Football."
Kampanye itu menjadi pengingat bahwa sepak bola harus tetap menjadi ruang aman. Tak cuma bagi pemain dan ofisial, suporter juga termasuk ketika interaksi berlangsung di media sosial.
BACA JUGA:Bali United Rekrut Putra Pelatih Timnas Indonesia Jay Herdman
BACA JUGA:Dua Pemain Timnas Indonesia Masih Tanpa Klub Pasca AFF 2026
PSSI Ajak Suporter Stop Hujat Pemain

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa dirinya dihujani pertanyaan dari sejumlah delegasi negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).--Dimas Rafi
Seruan itu kembali relevan setelah sejumlah pemain Timnas Indonesia mendapat serangan digital usai kegagalan di Piala AFF 2026.
Bek Timnas Indonesia Justin Hubner bersama keluarganya menjadi salah satu pihak yang ikut menghadapi hujatan dan ancaman.
PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir dan Sekjen Yunus Nusi menyatakan keprihatinannya.
Federasi memahami bahwa performa pemain tetap terbuka untuk dikritik. Namun, kritik memiliki batas ketika mulai menyasar kehidupan pribadi dan keselamatan.
BACA JUGA:PSSI Khawatir Pemain Timnas Indonesia Enggan Bela Garuda akibat Ujaran Kebencian
BACA JUGA:Timnas Indonesia vs Singapura 1-1 AFF, Mimpi Garuda ke Semifinal Kandas
"Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian," ujar Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: