Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah

Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah

ILUSTRASI Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah.-Arya/AI-Harian Disway-

Keramik Spanyol dan Rapper

Orang awam mungkin membayangkan perang itu berisi tentara saling tembak di parit berlumpur. Palagan perang kini sudah berubah bentuk. Pindah ke lorong gelap penuh aksi sabotase.

Berdasarkan beberapa laporan terbuka minggu ini. Mereka baru saja menggagalkan serangan pesawat nirawak ke fasilitas industri pertahanan di Moskow.

Cara menyelundupkannya bikin merinding. Pesawat tempur itu dibongkar. Disamarkan sebagai paket keramik mahal dari Spanyol. Rutenya melingkar jauh dari Slowakia ke Polandia, lalu Belarusia sebelum disusupkan ke Rusia.

Siapa otak serangannya? Jenderal militer? Bukan. Rusia yakin komplotan itu dipimpin seorang pemusik. Seorang penyanyi rap asal Ukraina bernama Kyivstoner. Perang modern kini disutradarai dari studio rekaman juga. 

Aksi sabotase juga merajalela di Eropa. Pabrik robot tempur di ibu kota Estonia dibakar. Tersangkanya kabur, lalu ditangkap di negara tetangga Latvia.

Eropa yang katanya selalu bersatu membela Kiev aslinya saling tikam juga. Ingat ledakan pipa gas raksasa Nord Stream? Tersangka utamanya seorang penyelam Ukraina. Ia baru ditangkap di Kroasia. Jerman ngotot meminta ekstradisi. Polandia menolak keras dan sengaja melindungi sang pelaku. Eropa sibuk saling jegal infrastruktur tetangganya sendiri.

Minum Teh ala Telik Sandi

Di layar televisi para presiden saling ancam kiamat nuklir. Di balik pintu kedap suara ceritanya bikin bergidik.

Tanggal 25 Agustus lalu Direktur CIA John Ratcliffe terbang ke Moskow. Ia duduk manis minum teh bertemu langsung dengan Kepala Intelijen Luar Negeri Rusia Sergei Naryshkin.

Juru bicara Kremlin bicara sangat santai. Itu cuma kontak rutin lembaga keamanan. Vladimir Putin bahkan langsung menerima laporan hasil pertemuan tersebut.

Di Timur Tengah sama saja. Beberapa hari sebelum militer Israel mengebom pangkalan udara Suriah, Kepala Mossad Roman Gofman menelepon menteri luar negeri Suriah. Di tengah permusuhan berdarah, mereka asyik bertukar pikiran membahas pergerakan militer Turkiye.

Di garis depan, prajurit dan rakyat sipil meregang nyawa. Di ibu kota, publik dicekoki histeria kiamat nuklir. Tapi, di ruang khusus bersuhu sejuk, mereka bernegosiasi tanpa perlu menaikkan nada suara. Perang ini digerakkan oleh pertemuan tingkat dewa. Benar-benar getir. Tampak terukur.

Menelan Pedasnya Dunia Baru

Ikan bakar di piring tinggal tulang. Keringat perlahan menetes. Sambal matah geopolitik ini rupanya diam-diam disuapkan ke mulut warga dunia. Sendok demi sendok. Kita tidak pernah memesannya. Tapi, kita dipaksa menelannya pula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: