Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah

Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah

ILUSTRASI Rapper, Intelijen, dan Ledakan Sambal Matah.-Arya/AI-Harian Disway-

PUSING. Mengajar ilmu politik bulan Agustus 2026 ini sungguh menguras kewarasan. Teori akademis bertabrakan. Praktik nyata di lapangan gila-gilaan. Dunia hari ini tidak digerakkan oleh ideologi. Dunia hari ini disetir murni oleh deal dan lobi tingkat tinggi.

Sore kemarin (Kamis, 27 Agustus 2026) saya pulang dari kampus. Lari ke pantai Jimbaran. Duduk menghadap laut, memesan ikan bakar ukuran raksasa. Syaratnya cuma satu. Sambal matahnya wajib melimpah.

Pelayan meraciknya di depan mata. Bawang merah mentah diiris tebal. Cabai rawit dipotong brutal. Serai muda dicacah. Daun jeruk purut disobek kasar. Disiram minyak kelapa mendidih. Terakhir, dicampur terasi bakar.

Asal bahannya beda, saat masuk mulut, rasanya meledak. Pedas. Panas. Bikin keringat dingin. Bikin perut mulas.

BACA JUGA:Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI

BACA JUGA:Ninja Bersenjata Rudal, Telaah Kebangkitan Militer dan Intelijen Jepang

Sambil mengunyah, mata saya terbuka. Peta geopolitik kita hari ini persis mangkuk sambal matah itu. Diaduk paksa oleh kekuatan besar. Resepnya mematikan.

Dapur Uang Paman Sam

Buka mata kita lebar-lebar. Pemimpin Gedung Putih selalu berpidato heroik. Membela kedaulatan Ukraina. Menyelamatkan demokrasi dunia. Semuanya omong kosong.

Faktanya murni bisnis. Lebih dari 1,6 miliar dolar dana bantuan itu tidak pernah menyeberang ke Eropa. Uang tersebut diam di rumah. Mengalir deras ke kantong industri militer Amerika Serikat sendiri.

Pabrik bahan peledak di Graham menyedot 623 juta dolar AS. Pabrik peledak lain di Kingsport kebagian 600 juta dolar AS. Pabrik amunisi di Scranton dapat 80 juta dolar AS.

Mesin pabrik menyala 24 jam. Buruh berpesta upah lembur. Menghentikan perang berarti mematikan periuk nasi pemilih mereka. Tidak ada politisi Washington yang berani memencet tombol stop.

BACA JUGA:Politisasi Intelijen

Lebih gila lagi. Dana yang benar-benar dikirim ke Eropa justru banyak yang menguap. Amerika Serikat dan Uni Eropa sampai panik. Mereka kini menyewa mantan perwira intelijen Mossad dari Israel. Tugasnya melacak uang bantuan militer Ukraina yang dirampok entah oleh siapa. Perang itu sudah berubah jadi ladang korupsi global. Ajaib. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: