Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI

Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI

ILUSTRASI Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

PERUBAHAN dinamika lingkungan strategis global telah menggeser spektrum ancaman pertahanan dan keamanan dari benturan konvensional menuju bentuk perang modern yang kompleks. Saat ini peradaban dihadapkan pada ancaman multidimensional berbasis manipulasi informasi, pengondisian persepsi publik, dan distorsi ruang digital atau yang lebih dikenal sebagai perang kognitif (cognitive warfare). 

Perang jenis baru itu memanfaatkan secara masif kecepatan peredaran disinformasi, propaganda provokatif, serta keterhubungan digital melalui media sosial dan kecerdasan buatan untuk merusak stabilitas psikologis masyarakat serta meruntuhkan ketahanan sosial-budaya suatu bangsa.

Jawa Timur, sebagai salah satu barometer utama nasional, memegang peran yang amat vital. Provinsi itu tidak hanya bertindak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia, tetapi juga kawasan industri utama, pusat pendidikan, jalur logistik strategis, dan wilayah dengan heterogenitas sosio-politik yang sangat tinggi. 

Karakteristik yang sangat kompleks tersebut menjadikan Jawa Timur rentan menjadi sasaran operasi pengaruh (influence operations) yang berpotensi memicu eskalasi konflik sosial. 

BACA JUGA:Politisasi Intelijen

BACA JUGA:Ninja Bersenjata Rudal, Telaah Kebangkitan Militer dan Intelijen Jepang

Pengalaman empiris menunjukkan bahwa ketegangan opini di ruang siber dapat bertransformasi menjadi kerusuhan nyata di dunia fisik, yang mengancam stabilitas daerah, merusak infrastruktur publik, hingga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. 

Oleh karena itu, ketahanan daerah tidak lagi cukup diukur dari kesiapan fisik aparat, tetapi juga dari seberapa jauh ruang kognitif masyarakat terlindungi dari infiltrasi disinformasi. 

Kondisi tersebut menegaskan urgensi hadirnya kepemimpinan yang adaptif, transformasional, dan proaktif guna mengorkestrasikan tata kelola keamanan yang terintegrasi dan responsif.

Menjawab tantangan mendesak tersebut, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Timur menginisiasi sebuah proyek perubahan strategis bertajuk JATIM WANI (Jawa Timur Waspada Dini). Inovasi kebijakan yang digagas oleh Kepala Bagian Operasional Binda Jatim Kombes Pol Aditya Puji Kurniawan itu menjadi wadah kolaborasi Satu Data Intelijen

BACA JUGA:Data Intelijen Ungkap Serangan AS Gagal Hancurkan Situs Nuklir Iran, Trump Klaim Asal-Asalan?

BACA JUGA:Kritik UU Kejaksaan, Eks Komisioner KPK Saut Situmorang: Fungsi Intelijen Jaksa untuk Apa?

Melalui semangat JATIM WANI, ”Waspada Hari Ini, Aman Esok Hari”. JATIM WANI mengintegrasikan empat pilar utama tata kelola kewaspadaan, yaitu deteksi dini secara akurat, analisis informasi mendalam, tindakan antisipasi proaktif, dan respons cepat yang terkoordinasi lintas instansi.

Keunggulan utama JATIM WANI terletak pada konsolidasi lintas sektor yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan strategis daerah. JATIM WANI mampu menghubungkan Binda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, forkopimda, unsur intelijen lainnya, hingga elemen akademisi serta media massa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: