Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI

Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI

ILUSTRASI Orkestrasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui JATIM WANI.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Pendekatan itu memperkuat sinergi, memperluas pertukaran informasi, serta mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan yang lebih terpadu, prediktif, dan berbasis data (data-driven).

Secara teknis operasional, efektivitas sistem JATIM WANI diperkuat oleh kehadiran prototipe dashboard application JATIM WANI. Platform berbasis teknologi digital itu dirancang sebagai single source of truth –pusat informasi terpadu yang menyajikan visualisasi data intelijen secara real-time, interaktif, dan komprehensif. 

BACA JUGA:Ditjen Imigrasi dan Jamintel Perkuat Kerjasama Intelijen untuk Penegakan Hukum

BACA JUGA:Mantan Intelijen Tuding Amerika Serikat Sembunyikan Pesawat Alien

Melalui platform itu, setiap potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) dapat diidentifikasi dan diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang matang serta akurat bagi gubernur Jawa Timur untuk menyusun langkah antisipasi yang tepat sasaran.

Landasan keberlanjutan inovasi itu makin solid dengan terbangunnya legalitas formal yang mengikat. Komitmen bersama tersebut ditandai dengan penetapan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/466/013/2026 tentang Tim Kolaborasi Satu Data Intelijen Daerah Melalui Program Jawa Timur Waspada Dini. 

Penguatan aspek regulasi itu dirancang berjenjang, berawal dari surat keputusan gubernur pada jangka pendek, peraturan gubernur (pergub) pada jangka menengah, hingga peraturan daerah (perda) Provinsi Jawa Timur pada jangka panjang sebagai payung hukum permanen.

Manfaat konkret dari keberadaan JATIM WANI dirasakan secara menyeluruh. Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, program itu memberikan kepastian informasi strategis demi menjaga stabilitas pembangunan. 

Bagi instansi keamanan dan lembaga vertikal, JATIM WANI mempercepat pertukaran data dan menciptakan kesamaan persepsi dalam merespons ancaman. Sementara itu, bagi masyarakat luas, terwujudnya ruang publik dan digital yang aman, kondusif, serta bebas dari disinformasi akan memperkuat resiliensi nasional dan mendorong daya saing global Jawa Timur.

Sebagai penutup, hadirnya JATIM WANI menunjukkan bahwa ketahanan daerah dapat dibangun melalui sinergi regulasi, kesepakatan kolektif, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam menghadapi dinamika serta ancaman disrupsi zaman. 

Dengan memadukan regulasi yang kokoh, kesepakatan kolektif, serta pemanfaatan teknologi informasi modern, Jawa Timur siap membentengi ruang kognitif masyarakat dari ancaman disrupsi zaman demi mewujudkan wilayah yang aman, tenteram, dan sejahtera. (*)


*) Kombes Pol Aditya Puji Kurniawan, S.I.K., KabagOps Binda Jatim--

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: