NU, Islam, dan Diplomasi Dunia
Ilustrasi NU/Net--
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi itu akan menentukan arah perjuangan NU lima tahun ke depan.
Muktamar kali ini berlangsung ketika dunia menghadapi perubahan besar. Konflik bersenjata, rivalitas kekuatan besar, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, migrasi, perkembangan kecerdasan artifisial, dan melemahnya kepercayaan terhadap institusi publik membentuk lanskap baru hubungan internasional.
Diplomasi negara tetap penting, sedangkan ruang bagi aktor masyarakat sipil makin terbuka.
Dalam situasi tersebut, NU memiliki modal yang khas. Organisasi itu mempunyai tradisi keislaman yang tumbuh dalam masyarakat plural, jaringan pesantren, otoritas ulama, pengalaman panjang dalam kehidupan kebangsaan, dan jejaring internasional yang terus berkembang.
BACA JUGA:NU Bukan Nahdlatul Umara
BACA JUGA:Rumah Besar NU
Menjelang muktamar, pertanyaan penting bagi NU sejatinya melampaui soal kepemimpinan. Muktamar perlu menjawab, apa yang dapat ditawarkan NU kepada dunia. Dari sinilah agenda global NU memperoleh relevansinya: menjadikan kekuatan sosial, keagamaan, dan intelektual yang dimiliki NU sebagai bagian dari diplomasi masyarakat sipil di tingkat global.
Menuju Global Agency
NU sebenarnya telah memiliki pengalaman penting dalam membangun ruang global. Forum Religion of Twenty (R20) di Bali pada November 2022 mempertemukan ratusan peserta dari pelbagai negara.
Dalam penyelenggaraannya, tercatat 338 peserta, termasuk 124 peserta dari luar negeri dan 45 pembicara. Forum yang diinisiasi PBNU tersebut mengangkat agama sebagai sumber solusi global.
R20 penting karena NU memasuki ruang yang selama ini lebih sering ditempati negara dan organisasi internasional. Agama ditempatkan sebagai kekuatan sosial yang dapat ikut membangun konsensus moral dan spiritual untuk menghadapi persoalan kemanusiaan.
BACA JUGA:Mikrolet NU
BACA JUGA:Kelas Baru NU
Forum tersebut juga menghasilkan komunike yang memuat sejumlah rekomendasi strategis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: