Paradoks Muktamar NU: Ketika Jam’iyah Mendisiplinkan Jamaah

Paradoks Muktamar NU: Ketika Jam’iyah Mendisiplinkan Jamaah

ILUSTRASI Paradoks Muktamar NU: Ketika Jam’iyah Mendisiplinkan Jamaah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Akhirnya, Muktamar Ke-35 NU di Jombang harus menjadi titik balik sejarah untuk mengakhiri paradoks ”jam’iyah tanpa jamaah”. 

Sudah saatnya elite jam’iyah berhenti menjadikan tubuh jamaah, baik dalam bentuk data digital maupun entitas fisik, sebagai komoditas tawar-menawar menuju panggung kekuasaan. 

Kekuatan sejati Nahdlatul Ulama tidak terletak pada seberapa dekat elitenya dengan lingkar kekuasaan, tetapi pada kemampuan seluruh tubuh warga nahdliyin, baik laki-laki maupun perempuan, di pelosok desa maupun perkotaan, untuk berdiri tegak, mandiri secara finansial, berdaya secara ekologis, dan merdeka secara politik. (*)

*) Ida Nurul Chasanah adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga dan peneliti politik tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: