Siapa Membuat Batik Tulis Besok?

Siapa Membuat Batik Tulis Besok?

Menjaga masa depan batik tulis dan cap agar tetap eksis tanpa kehilangan cara pembuatan aslinya.-Nano Banana 2-Nano Banana 2

Anggapan bahwa anak muda tidak suka batik juga layak diperiksa lagi. Lihat saja cara mereka berpakaian. Mereka mencari pakaian yang nyaman, praktis, dan sesuai dengan gaya masing-masing.

Batik tidak harus menunggu acara resmi. Jaket bisa memakai batik. Kemeja kasual juga bisa. Begitu pula sepatu, tas, topi, aksesori, sampai produk interior rumah.

Motif lama tetap bisa dipertahankan. Bentuk produknya yang mengikuti kebiasaan pemakai.

Desainer muda dapat menjadi penghubung yang menarik. Mereka memahami tren dan selera pasar. Pengrajin memahami teknik, motif, dan sejarah pembuatannya.

Kalau keduanya duduk bersama, hasilnya bisa menarik. Batik tetap membawa identitas daerah asalnya, tetapi bentuk produknya lebih mudah diterima anak muda.

BACA JUGA:Menyeruput Liberika dalam Workshop Membatik Chevalier Inc: Batik Tulis dan Ampas Kopi

BACA JUGA:Mitra Binaan PEPC JTB Field Ramaikan Wastra Batik Festival, Catat Transaksi Rp30 Juta

Ada pula soal perlindungan karya. Sebuah motif tidak muncul begitu saja. Ada proses menggambar, mencari bentuk, memilih komposisi, sampai menentukan warna. Pada motif tertentu, terdapat pula filosofi dan pengetahuan yang sudah hidup lama di masyarakat.

Ketika motif tersebut ditiru tanpa izin, pengrajin kecil ikut terkena dampaknya. Mereka sudah menghabiskan waktu untuk membuat karya. Pihak lain tinggal mengambil bentuknya lalu menjual produk dengan cara yang lebih cepat.

Perlindungan kekayaan intelektual perlu diperkuat. Pengrajin perlu mengetahui hak atas karya mereka. Proses pendaftaran dan perlindungannya juga harus mudah dipahami pelaku UMKM.

Satu motif bisa mempunyai nilai ekonomi. Di belakangnya ada kerja kreatif yang layak dihargai.

Pengrajin membutuhkan dukungan yang bisa dirasakan langsung. Pembiayaan, pelatihan, pendampingan teknologi, pemasaran, sertifikasi, hingga akses pasar internasional dapat membantu usaha mereka tumbuh.

Sertifikasi juga berguna bagi pembeli. Orang yang membeli kain perlu tahu apa yang ada di tangannya. Batik tulis, batik cap, atau kain printing bermotif batik tentu mempunyai proses produksi yang berbeda.

Informasi yang jelas membuat pembeli bisa menentukan pilihannya sendiri. Pengrajin pun mempunyai ruang untuk menjelaskan mengapa produknya mempunyai harga tertentu.

Batik Indonesia juga perlu semakin sering dibawa ke pasar internasional. Bukan hanya dalam pameran kebudayaan, tetapi juga sebagai produk fesyen dan industri kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: