DPRD Surabaya Soroti Warga Miskin Masuk Desil Tinggi
Aktivitas warga Surabaya di kampung Klampis Ngasem Gang V, Senin, 31 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
BACA JUGA:Masyarakat Bisa Ajukan Perubahan Desil! BPS Buka Kanal Pembaruan Data DTSEN
“Kalau orang Surabaya semuanya pakai PDAM, dan kemudian orang Surabaya minumnya pakai air galon karena di Surabaya kan kota besar, umum menggunakan itu karena mereka menjaga higienisnya,” katanya.
Begitu pula dengan listrik. Kata Imam, apakah orang yang menggunakan listrik 900 watt atau 1.300 watt itu dikategorikan orang mampu ekonominya? Belum tentu.
Karena itu, Imam meminta warga yang mengalami kenaikan desil mendapat penjelasan. “Saat ada warga yang desilnya naik drastis atau kemudian masih ada yang keberatan, maka bukan cuma diberi ruang untuk melakukan sanggahan, tapi harus dijelaskan kenapa desilnya naik,” bebernya.
Ia juga meminta desil tidak dijadikan satu-satunya acuan penerima bantuan. Mulai bantuan sosial, mulai kesehatan, pendidikan, dan bantuan-bantuan sosial lainnya,.
Terakhir, ia menegaskan kalau data desil harus disandingkan dengan misalnya data miskin-pramiskin yang sampai hari ini masih berlaku. Karena ketika ada kebijakan dari pemerintah pusat yang kemudian diterapkan ke daerah, bisa kurang pas. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: