DPRD Surabaya Soroti Warga Miskin Masuk Desil Tinggi
Aktivitas warga Surabaya di kampung Klampis Ngasem Gang V, Senin, 31 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Data pengelompokan ekonomi warga berdasarkan desil kembali menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Persoalan masih sama: warga yang secara kondisi nyata masih tergolong miskin atau pramiskin justru tercatat dalam desil tinggi.
Jika data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan, warga yang seharusnya mendapat perlindungan berisiko kehilangan akses terhadap program pemerintah.
Masalah itu dibahas DPRD Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya dalam rapat koordinasi, Rabu, 2 September 2026.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i mengatakan keluhan mengenai perubahan desil cukup banyak diterima.
BACA JUGA:Data Desil Banyak yang Tak Sesuai, BPS Diminta Perbaiki Data Desil dalam 2 Pekan
BACA JUGA:Ketika Angka Desil Membabi Buta, Hak Pendidikan Anak Dipertaruhkan
Sejumlah warga mengaku sebelumnya berada dalam kelompok ekonomi rendah, tetapi tiba-tiba tercatat pada desil 6 hingga 10.
“Fakta di lapangan banyak warga itu mengeluh karena mereka yang semula desilnya rendah kemudian ujug-ujug desilnya tinggi. Yang semula mereka masuk kategori miskin dan pramiskin malah masuk di desil tinggi 6-10. Itu yang kami coba konfirmasi,” ujar Imam kepada wartawan.
DPRD ingin mengetahui lebih jelas bagaimana BPS menyusun pengelompokan tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah metode proxy mean test.

Suasana kampung Surabaya di kawasan Kaliasin RW 10, Senin, 31 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Imam mempertanyakan seberapa akurat metode itu digunakan untuk menentukan posisi ekonomi warga, termasuk kemungkinan kesalahan atau margin of error dalam pendataan.
Menurutnya, persoalan data tidak berhenti pada angka. Status desil bisa berpengaruh terhadap akses warga terhadap layanan kesehatan, pendidikan, hingga bansos.
Ia menyoroti sejumlah indikator yang digunakan dalam pendataan, seperti kepemilikan aset, sumber air, dan daya listrik. Menurutnya, indikator tersebut perlu dibaca sesuai kondisi daerah.
BACA JUGA:Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK untuk Mengetahui Status Penerima Bansos
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: