Apple dalam Tekanan, Harga Memori iPhone 18 Pro 400 Persen Lebih Mahal
Apple Siapkan Kenaikan Harga iPhone 18 Pro Max, Krisis Chip AI Jadi Biang Keladi---Apple
Strategi tersebut berkaitan dengan kekhawatiran. Bahwa kenaikan harga yang terlalu besar dapat membuat konsumen, termasuk penggemar Apple, mengurangi frekuensi pembelian perangkat baru.
Kondisi itu berpotensi mengorbankan pertumbuhan penjualan Apple dalam jangka panjang. Selain itu, kondisi ekonomi makro sedang lemah.
Diperkirakan membuat konsumen semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang. Karena itu, Apple disebut tidak ingin menaikkan harga perangkat terlalu agresif. Itu berisiko memperlambat laju pertumbuhan.
BACA JUGA:iPhone 18 Pro Dikabarkan Hanya Naik 36 mAh, Apple Dinilai Tertinggal dalam Teknologi Baterai
BACA JUGA:Apple Umumkan Fitur Aksesibilitas Berbasis AI untuk iPhone hingga Vision Pro
Untuk membantu mengimbangi meningkatnya biaya produksi perangkat keras, Apple diperkirakan akan semakin mengandalkan pendapatan dari layanan atau Services. Pendapatan tersebut dapat menjadi salah satu sumber untuk meredam tekanan biaya.
Sementara itu, TrendForce juga memperkirakan Apple akan memperkenalkan iPhone Ultra sebagai perangkat lipat pertamanya. Model tersebut diperkirakan memiliki harga awal hingga 2.299 dolar AS.
Harga konfigurasi tertinggi iPhone Ultra bahkan diperkirakan dapat melampaui 3.000 dolar AS. Harga tinggi karena komponen yang harganya juga tinggi.

Bocoran Terbaru iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra: Jadwal Peluncuran, Harga, hingga Spesifikasi Mulai Terungkap---Dok. Istimewa
Jika terealisasi, perangkat tersebut akan menempatkan iPhone lipat Apple di segmen harga premium. Jauh lebih tinggi dibandingkan model iPhone biasa.
BACA JUGA:Apple Siapkan iPhone Lipat Ultra, Siap Rilis 2026 dengan Harga Rp31 Jutaan
BACA JUGA:Apple Rilis Pembaruan Keamanan untuk iPhone 6s dan iPhone 7 Cegah Ancaman Siber Coruna Exploit
Kenaikan biaya memori menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Apalagi menjelang peluncuran jajaran iPhone terbaru.
Untuk model iPhone 18 Pro 256GB, lonjakan biaya memori hampir 400 persen menunjukkan besarnya tekanan yang harus dihadapi Apple dalam mempertahankan margin. Sekaligus mengendalikan harga jual.
Dengan kondisi tersebut, Apple dilema. Antara kebutuhan menjaga pertumbuhan penjualan dan meningkatnya biaya produksi perangkat keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: 9to5mac.com