Mitos dan Fakta Ilmiah di Balik Bunyi Cicak
Bunyi cicak memiliki makna di berbagai daerah dan tradisi.--Magnific
HARIAN DISWAY - Suara cicak yang tiba-tiba terdengar dari sudut rumah kerap membuat orang berhenti sejenak. Lalu bertanya-tanya.
Bunyi cicak dipercaya banyak orang sebagai pertanda sesuatu akan terjadi. Entah kabar baik atau buruk.
Kepercayaan semacam itu sudah ada turun-temurun di berbagai budaya. Dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Amerika.
Namun, di balik mitos yang beredar, dunia sains punya penjelasan berbeda soal alasan cicak mengeluarkan suara.
BACA JUGA:Cara Mengusir Tikus dari Plafon Rumah Menggunakan Aroma Alami, Tanpa Racun!
BACA JUGA:5 Tips Cegah Gigitan Nyamuk yang Efektif dan Mudah
Menurut sejumlah pengamat reptil, bunyi cicak sebenarnya adalah bentuk komunikasi alami hewan tersebut. Bukan sinyal gaib.
Kepercayaan soal bunyi cicak sebagai pertanda tidak hanya berkembang di Indonesia. Tetapi juga di berbagai belahan dunia dengan versi yang berbeda-beda.

Cicak dan bunyinya dimaknai berbagai macam oleh beragam tradisi.--Pexels
Asia Selatan
Dalam tradisi Hindu, bunyi cicak kerap dimaknai sebagai pertanda baik. Atau tanda yang berkaitan dengan takdir seseorang.
Suara itu bahkan dipercaya membuat sebagian orang berhenti sejenak sebelum mengambil keputusan penting.
BACA JUGA:Nyamuk Bandel, Ini Cara Mudah Usir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia
BACA JUGA:Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Anda? Berikut Penjelasannya...
Bali
Sebagian masyarakat Bali meyakini bunyi tokek atau cicak bisa membawa pesan spiritual. Bergantung berapa kali suara itu terdengar.
Hawaii
Cicak dalam bahasa lokal Hawaii disebut moʻo. Dianggap sebagai simbol keberuntungan, perlindungan, dan kemakmuran.
Timur Tengah dan Afrika
Di beberapa wilayah di Timur Tengah dan Afrika, bunyi cicak disebut gouli. Bisa dimaknai sebagai pertanda baik atau buruk.
Bergantung situasinya. Meski di sisi lain ada juga masyarakat yang memercayainya sebagai simbol kesialan.
BACA JUGA:Indo Pet X 2025 Hadirkan Berbagai Anabul dan Reptil Unik di SCC
BACA JUGA:Muhammad Diki Firmansyah, Bisnis Reptil dari Hobi
Selain bunyinya, posisi cicak yang jatuh mengenai tubuh juga sering dikaitkan dengan makna tertentu. Misalnya dianggap membawa keberuntungan jika jatuh di sisi tertentu tubuh seseorang.
Penjelasan Sains di Balik Bunyi Cicak
Berbeda dengan mitos yang berkembang di masyarakat, dunia sains memandang bunyi cicak sebagai fenomena biologis biasa.
Cicak termasuk kelompok reptil yang tergolong unik. Karena memiliki pita suara. Sehingga mampu mengeluarkan berbagai jenis bunyi.
Bunyi tersebut dihasilkan saat cicak mendorong udara dari paru-paru melewati pita suara di tenggorokannya.
BACA JUGA:KBS Lepas 5 Komodo ke Habitat Asli, Juga Tukar Panda Merah dari Jepang
BACA JUGA:Indonesia Kirim Komodo ke Jepang, Kerja Sama Konservasi dan Diplomasi Hijau Dimulai
Sehingga menimbulkan getaran yang terdengar seperti bunyi klik atau kicauan. Kemampuan itu membuat cicak dianggap kadal paling "berisik" dibanding jenis reptil lain.
Cicak umumnya aktif pada malam hari. Sehingga mengandalkan suara sebagai alat komunikasi utama.
Terutama saat kondisi gelap dan penglihatan terbatas. Bunyi itu digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan, memanggil pasangan, memperingatkan cicak lain, hingga menunjukkan rasa terancam.
Ragam Bunyi Cicak dan Artinya
Tidak semua bunyi cicak memiliki makna yang sama. Berikut beberapa jenis suara yang umum dikeluarkan cicak beserta artinya menurut pengamatan perilaku reptil.
BACA JUGA:Diplomasi Komodo ala KBS: Pertukaran Satwa Antarnegara
BACA JUGA:Barter Komodo KBS dan Gorila Ragunan

Bunyi cicak ada bermacam-macam. Masing-masing memiliki makna ilmiah menurut sains.-Ilustrasi-
- Kicauan (chirping). Bunyi bernada tinggi yang mirip suara burung kecil itu paling sering terdengar. Biasanya menandakan cicak sedang nyaman. Atau justru sedang memanggil pasangan saat musim kawin.
- Klik berulang (clicking). Bunyi itu cenderung bernada rendah dan berulang. Biasanya muncul saat cicak merasa terganggu, stres, atau tidak nyaman dengan kondisi sekitarnya.
- Suara menggonggong (barking). Jenis bunyi itu tergolong jarang terdengar. Biasanya keluar saat cicak merasa terancam atau ketakutan. Sebagai bentuk pertahanan diri.
- Suara melengking (squeaking). Muncul ketika cicak benar-benar merasa ketakutan. Misalnya saat ditangkap atau dipegang secara tiba-tiba.
BACA JUGA:Wajah Baru Kebun Binatang Surabaya, Ada Satwa Baru dan Night Zoo
BACA JUGA:KBS Buka Parade Satwa di H+1 Lebaran, Magnet Wisatawan Lokal dan Keluarga
Pola bunyi itu juga tidak sembarangan. Sejumlah cicak bahkan diketahui berhenti sejenak setelah bersuara. Seolah menunggu respons dari cicak lain di sekitarnya. Mirip percakapan bersahutan.
Menariknya, keyakinan budaya dan penjelasan ilmiah soal bunyi cicak sebenarnya bisa berjalan beriringan.
Sains menjelaskan bunyi cicak murni sebagai bentuk komunikasi antar-hewan. Sebagai upaya untuk bertahan hidup. Bukan pertanda yang berkaitan dengan nasib manusia.
Meski begitu, kepercayaan tentang bunyi cicak sebagai pertanda tetap bertahan di banyak keluarga. Bahkan hingga kini.
BACA JUGA:Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: 5 Cara Sederhana Melestarikan Puspa dan Satwa
BACA JUGA:6 Jenis Puspa serta Satwa Unik dan Langka di Indonesia
Diwariskan sebagai bagian dari tradisi lisan turun-temurun. Bagi sebagian orang, mitos itu bukan soal benar atau salah. Melainkan cara menghubungkan diri dengan kebiasaan leluhur. (*)
*) Mahasiswa magang dari prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber