Dari Kapal Niaga ke Kapal Besar NU

Dari Kapal Niaga ke Kapal Besar NU

ILUSTRASI Dari Kapal Niaga ke Kapal Besar NU.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

NAMANYA KH Abdul Hakim Mahfudz. Warga Nahdlatul Ulama lebih akrab memanggilnya Gus Kikin. Senin pagi, 31 Agustus 2026, sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (AHWA) secara mufakat menetapkannya sebagai ketua umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Keputusan itu tidak terlalu mengejutkan. Dalam penjaringan calon ketua umum, Gus Kikin memperoleh 472 suara –jauh meninggalkan empat nama lain yang masuk ke meja musyawarah AHWA. Tetapi, terpilihnya Gus Kikin tetap menarik. 

Bukan hanya karena beliau adalah cicit pendiri NU, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, melainkan juga karena jalan hidup beliau mempertemukan dunia pesantren, pelayaran, bisnis, dan organisasi.

Beliau lahir dari keluarga dengan akar keilmuan yang kuat. Ayah beliau, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai ulama ahli fikih, tafsir, bahasa Arab, dan ilmu falak. Dari garis ibu, Nyai Hj Abidah Ma’shum, Gus Kikin merupakan keturunan Nyai Khoiriyah Hasyim dan KH Ma’shum Ali –pengarang kitab Amtsilah At-Tashrifiyah yang sangat dikenal di pesantren.

BACA JUGA:Setelah Jombang, Ujian Sesungguhnya NU

BACA JUGA:Gus Kikin, NU, dan Jarak Kekuasaan

Namun, Gus Kikin tidak menempuh jalan yang lazim dilalui putra kiai pada umumnya. Setelah mendapatkan pendidikan agama di lingkungan pesantren, beliau memilih belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. 

Beliau kemudian menjalani praktik pelayaran, bergabung dengan PT Djakarta Lloyd, dan dipercaya menjadi kepala cabang perusahaan tersebut di Cilegon.

Dari laut, beliau memasuki dunia usaha. Kegiatan bisnisnya berkembang dari sektor pelayaran menuju berbagai bidang lain, termasuk minyak dan gas. Sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa beliau mendirikan dan mengelola banyak perusahaan. 

Salah satu yang sering disebut adalah PT Energi Mineral Langgeng, perusahaan yang bergerak di sektor migas dan mengelola South East Madura Block.

BACA JUGA:Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU

BACA JUGA:Paradoks Muktamar NU: Ketika Jam’iyah Mendisiplinkan Jamaah

Kini orang yang pernah mengurus kapal niaga itu memperoleh amanah menakhodai kapal yang jauh lebih besar, yaitu Nahdlatul Ulama.

Bukan Sekadar Cicit Pendiri NU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: