Menjelajah Lautan Teduh (3): Hari-Hari Menjadi Pelaut

Menjelajah Lautan Teduh (3): Hari-Hari Menjadi Pelaut

PENYERAHAN TUMPENG dari Komandan KRI WSH-991 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto kepada Ludfi, mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur Universita 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.-Dok. DOAN WIDHIANDONO-

Kolonel Cahyo sebelumnya sudah mengingatkan bahwa laut Pasifik berbeda. Gelombangnya bisa berubah. Anginnya bisa kuat. Laut tidak pernah sepenuhnya bisa ditebak.

Kami sepakat.

Jakarta menunggu di depan. Pasifik masih jauh. Tetapi dua hari pertama ini sudah mengajarkan sesuatu: menjadi pelaut bukan hanya soal berada di atas kapal. Ia juga soal belajar hidup bersama orang lain, memahami perbedaan, dan menemukan cara untuk bekerja sebagai satu tim.

Misi memang belum resmi dimulai.

Tetapi perjalanan kami sudah… (*)

Penasaran Menjadi ABK, baca besok… (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: