Filsafat Seneca tentang Persahabatan Sejati dan Teman yang Hanya Datang Saat Butuh

Filsafat Seneca tentang Persahabatan Sejati dan Teman yang Hanya Datang Saat Butuh

Dalam filsafat Seneca, persahabatan adalah rasa saling percaya dan peduli satu sama lain.-Muziyan Du-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Persahabatan merupakan salah satu hal yang membuat kehidupan manusia memiliki nilai.

Namun, makna persahabatan kini sering kehilangan arti. Karena kata “teman” digunakan untuk berbagai hubungan. Termasuk yang sebenarnya tidak memiliki kedekatan dan ketulusan.

Pemikiran tersebut telah dibahas oleh Seneca, filsuf Romawi abad pertama. Ia menulis kumpulan surat yang ditujukan kepada Lucilius Junior, kawannya.

Kumpulan surat itu kemudian diterbitkan dalam Letters from a Stoic. Salah satu suratnya berjudul On True and False Friendship atau Tentang Persahabatan Sejati dan Palsu.

BACA JUGA:Filsafat Nietzsche, Mengenal Eternal Recurrence tentang Menerima Kehidupan

BACA JUGA:Epictetus dan Filsafat Stoik tentang Kesabaran: Buah Tak Tumbuh Seketika


Membangun tradisi kegiatan bersama, seperti berkemah, dapat mempererat ikatan persahabatan bertiga secara bermakna. --Canva

Seneca menjelaskan bahwa seseorang tidak boleh terburu-buru menyebut orang lain sebagai sahabat. Menurutnya, calon sahabat perlu dinilai terlebih dahulu. Baru kemudian hubungan persahabatan dibangun.

“Jika Anda menganggap seseorang sebagai sahabat padahal Anda tidak mempercayainya seperti mempercayai diri sendiri, Anda benar-benar keliru. Anda belum memahami arti persahabatan sejati,” tulis Seneca.

Ia menilai kepercayaan merupakan dasar utama setelah persahabatan terbentuk. Karena itu, sebelum menerima orang lain sebagai sahabat, seseorang perlu mempertimbangkan dengan matang.

Namun, setelah keputusan dibuat, sahabat harus diterima dengan sepenuh hati. Dan diperlakukan dengan kepercayaan.

BACA JUGA:Wuxing, Teori Lima Unsur dalam Filsafat dan Pengobatan Tradisional Tiongkok

BACA JUGA:Mengikuti Diskusi Teosofi di Sanggar Penerangan Surabaya: Filsafat, Sains, dan Spiritualitas

Seneca juga mengkritik persahabatan yang dibangun hanya karena kepentingan. Ada orang yang memilih teman berdasarkan manfaat yang bisa diperoleh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: themarginalian.org