Perjalanan PW GP Ansor Jatim ke Guangzhou IV : Impression Dahongpao, Saat Gunung Wuyi Menjadi Panggung

Perjalanan PW GP Ansor Jatim ke Guangzhou IV : Impression Dahongpao, Saat Gunung Wuyi Menjadi Panggung

Penonton diajak mengikuti sejarah Dahongpao sekaligus hubungan manusia dengan alam-Ansor Jatim-

DUGAAN bahwa Impression Dahongpao hanya pertunjukan tentang teh langsung sirna. Itu terjadi ketika cahaya mulai meredup di Gunung Wuyi, Jumat malam, 25 September 2026. 

Lembah perlahan berubah menjadi panggung raksasa. Ratusan penari bergerak di antara sungai dan lereng bukit, sementara gunung, langit, dan cahaya bulan menjadi bagian dari pertunjukan.

Ketua PW Ansor Jawa Timur Musaffa Safril bersama rombongan sahabat Ansor, perwakilan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, serta Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya menyaksikan pertunjukan tersebut dari baris kedelapan. 

Sebelum pertunjukan dimulai, sebagian rombongan mengira tontonan itu hanya akan menyajikan cerita sederhana tentang teh legendaris. Namun, kesan tersebut berubah ketika pertunjukan dimulai.

BACA JUGA:Makam Abi Waqqas Jadi Jejak Islam di Guangzhou


Musaffa Safril di kaki Gunung Wuyi -Ansor Jatim-

Amin, Pemandu perjalanan, menjelaskan Impression Dahongpao merupakan karya tiga kreator ternama Tiongkok yang dikenal sebagai “Segitiga Besi”. Yakni, sutradara Zhang Yimou bersama Wang Chaoge dan Fan Yue. 

Zhang Yimou dikenal antara lain sebagai sutradara sekaligus pengarah upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008. Pertunjukan tersebut pertama kali dipentaskan pada April 2010 di kaki Gunung Wuyi yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sejak pertama kali dipentaskan, Impression Dahongpao telah digelar ribuan kali dan menarik jutaan penonton dari berbagai negara.

Yang membuat pertunjukan tersebut berbeda adalah panggungnya. Tidak terdapat gedung pertunjukan konvensional dengan dinding dan tirai. 

BACA JUGA:Jejak Iman dan Cahaya Masa Depan di Guangzhou, Tiongkok


Cerita menggambarkan bagaimana masyarakat menjaga lingkungan yang menjadi sumber kehidupan mereka-Ansor Jatim-

Lembah Gunung Wuyi justru menjadi panggung terbuka. Tribun penonton dapat berputar 360 derajat dalam waktu sekitar lima menit mengikuti perpindahan adegan. Kapasitasnya mencapai lebih dari 2.000 penonton.

Panggung pertunjukan membentang di kawasan lembah dan menyusuri sungai serta lereng bukit. Gunung menjadi latar, langit menjadi atap, sementara suara air dan angin malam menyatu dengan musik serta gerak para penari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: