Anak Muda Merayakan Ludruk

Anak Muda Merayakan Ludruk

KISAH CINTA Candra dan Kirana yang tragis bin pahit dalam Langit Tak Lagi Sama memukau anak-anak muda yang menyesaki Pendopo Taman Budaya Jawa Timur pada Sabtu malam, 26 September 2026.--Dokumentasi Taman Budaya Jawa Timur

Sayangnya, sutradara ludruk punya ide berbeda. Plot twist-nya, orang tua Candra dan Kirana ternyata adalah suami istri yang terpisah seperempat abad karena impitan ekonomi. Jadi, Candra dan Kirana adalah saudara kandung. Ah!

Tragedi asmara semacam itulah yang ternyata sedang digandrungi anak muda. Bukan hanya dalam wujud pementasan, tapi juga lagu. Data pemutaran platform musik Spotify terbaru menyebutkan bahwa tema sepuluh lagu teratas yang paling sering didengarkan adalah putus cinta (serta kemalangan finansial). 

BACA JUGA:Komedi Hari Komedi: Robert Bayoned Geliatkan Ludruk Ikuti Arus Zaman

BACA JUGA:Gedung Cak Durasim, Kenang Semangat Juang Seniman Ludruk Era Kolonial


EKSPRESI anak-anak muda menyaksikan pementasan Langit Tak Lagi Sama di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur pada Sabtu malam, 26 September 2026.--Dokumentasi Taman Budaya Jawa Timur

Hapus Batas

Dalam pementasan ludruk, ruang interaktif tercipta secara alami karena para pelakon kerap melontarkan dialog spontan dari atas panggung dan menuai respons para penonton. Sabtu malam itu, misalnya. 

Ketika adegan romantis tersaji, beberapa penonton perempuan langsung nyeletuk, "ciyeeee…!" secara bersamaan. Interaksi itu menciptakan komunikasi dua arah yang menghilangkan batas antara seniman profesional dan masyarakat penikmat seni. 

Aspek musik malam itu juga digarap secara radikal. Gending Jula-juli khas ludruk dibenturkan nada-nada diatonis barat. Saxophone, biola, keyboard, gitar, bas, serta drum berdampingan dengan seperangkat gamelan berlaras slendro-pelog. 

Di telinga para penikmat musik tradisi, perpaduan bunyi tersebut adalah kebisingan. Namun, karena sebagian besar penonton ludruk malam itu adalah anak muda, tak ada pergolakan berarti di depan panggung.  

BACA JUGA:Anugerah Patriot Jawi Wetan II 2024: Pentas Ludruk di Desa Sumberkokap Pererat Persaudaraan Warga

BACA JUGA:Ludruk Luntas Marakkan Pasar Malam Tjap Toendjoengan dengan Lakon Jas Riyoyo

Tradisi pementasan ludruk sengaja dibongkar total agar wujud kesenian lama itu tampil lebih segar di hadapan penonton muda. Abing Santosa, Joko Porong, Joko Susilo, dan Suwandi adalah empat dari sedikit pemikir yang mau bersusah-payah merumuskan formula pementasan eksperimental seperti itu. 

Format tontonan yang segar berhasil menepis stigma bahwa ludruk ketinggalan zaman. Meski diwarnai perdebatan di kalangan penganut aliran tradisi militan, formula segar ludruk Langit Tak Lagi Sama seperti itu efektif memikat massa.


ANAK MUDA mendominasi penonton ludruk Langit Tak Lagi sama di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur pada Sabtu malam, 26 September 2026.--Dokumentasi Taman Budaya Jawa Timur

Pementasan Sabtu malam itu merupakan pertunjukkan ke-4 sepanjang 2026 yang diinisiasi seniman muda Jatim. Dan, semuanya selalu full house. Bahkan, penonton sampai meluber.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: