Ketika Program MBG Mengajarkan Kita Memahami Teori Dekonstruksi Derrida

Ketika Program MBG Mengajarkan Kita Memahami Teori Dekonstruksi Derrida

Ilustrasi penyiapan MBG di dapur SPPG.-dok: disway-

BACA JUGA:Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sakit usai Santap MBG, BBPOM Surabaya Turun Periksa SPPG

Dekonstruksi juga dapat membantu membangun berpikir kritis. Berpikir kritis bukan berarti selalu menolak suatu informasi.

Berpikir kritis berarti bersedia memeriksa kembali asumsi yang berada di balik informasi tersebut. Kita belajar melihat bagaimana sebuah kategori terbentuk. Juga bagaimana sebuah makna dapat memperoleh kedudukannya.

Pemikiran Derrida juga memiliki hubungan dengan feminisme. Oposisi seperti laki-laki dan perempuan, kuat dan lemah, rasional dan emosional, subjek dan objek dapat dibaca kembali melalui dekonstruksi.

Pertanyaan yang muncul bukan sekadar siapa yang lebih tinggi, tetapi bagaimana hubungan hierarkis tersebut dibangun melalui bahasa dan budaya.

BACA JUGA:Isi Menu MBG yang Disantap 293 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo sebelum Keracunan

BACA JUGA:Kapolresta Sidoarjo Cek Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam yang Sakit Usai Santap MBG

Pembacaan semacam itu tentu membuka ruang untuk melihat posisi yang selama ini ditempatkan di luar pusat.

Sehingga, memahami dekonstruksi tidak harus dimulai dari istilah filsafat yang sulit. Kita dapat memulainya dari kebiasaan sederhana untuk berhenti ketika merasa sudah memahami sesuatu sepenuhnya.

Sepiring makanan dapat terlihat sebagai makanan. Setelah dibaca secara dekonstruktif, di dalamnya dapat ditemukan bahasa tentang berbagai hal yang telah disebutkan.

Begitulah cara Derrida mengajak kita membaca dunia. Dekonstruksi tidak menghancurkan makna. Tetapi membuka kembali makna yang dianggap telah selesai.

BACA JUGA:Mengembalikan Kemurnian Anggaran Pendidikan: MBG Harus Keluar dari RAPBN 2027

BACA JUGA:BGN Siapkan Digitalisasi Pelaporan MBG Sampai ke Tingkat Dapur, Kerjasama dengan Kemenkeu

Ia mengajak kita melihat pusat melalui pinggiran, kehadiran melalui ketidakhadiran, serta sebuah konsep melalui sesuatu yang membuatnya dapat dikenali.

Pada akhirnya, dekonstruksi adalah keberanian untuk membaca kembali sesuatu yang selama ini kita anggap sudah jelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: