Ketika Program MBG Mengajarkan Kita Memahami Teori Dekonstruksi Derrida

Ketika Program MBG Mengajarkan Kita Memahami Teori Dekonstruksi Derrida

Ilustrasi penyiapan MBG di dapur SPPG.-dok: disway-

BACA JUGA:BGN: 90 Persen Kasus Keracunan MBG Gegara Pengelola Dapur Langgar SOP

Karena itu, ketika mendengar istilah MBG, kita sebenarnya tidak hanya membayangkan makanan. Ada anak sekolah, keluarga, kesehatan, pendidikan, ekonomi, produsen pangan, pemerintah, dan masa depan.

Semuanya dapat ikut hadir dalam pemaknaan tersebut. Satu istilah bisa membuka berbagai lapisan pemahaman.

Dekonstruksi membantu kita melihat lapisan tersebut. Tanpa tergesa-gesa menguncinya pada satu pengertian.

Pembacaan dekonstruktif juga memperhatikan siapa yang berada di dalam dan di luar sebuah kategori. Istilah “penerima manfaat”, misalnya, memiliki batas tertentu.

BACA JUGA:Kasus Keracunan Menu MBG Beruntun, Kepala BGN: Kelalaian SPPG Bisa Berujung Pidana

BACA JUGA:3 Hari, 7 Daerah, Sedikitnya 2.163 Korban Keracunan MBG

Ada pihak yang masuk ke dalam kategori tersebut dan ada pihak yang berada di luar. Pertanyaan dekonstruktif bukan langsung menyatakan bahwa batas tersebut benar atau salah.

Pertanyaannya adalah bagaimana batas itu dibentuk. Serta apa yang membuat seseorang dapat ditempatkan pada posisi tertentu.

Derrida juga memperkenalkan gagasan supplement atau tambahan. Sesuatu yang disebut tambahan biasanya dianggap sebagai bagian yang tidak utama.

Namun, apabila sesuatu benar-benar lengkap, mengapa ia masih membutuhkan tambahan? Pertanyaan tersebut memperlihatkan hal menarik.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Anggaran MBG Kemungkinan Dipangkas di Bawah Rp200 Triliun Tahun Ini

BACA JUGA:Emil Dardak Buka Data Terbaru Keracunan MBG: 27 Pasien Masih Dirawat di Sidoarjo, Nganjuk Tembus 100 Kasus

Bahwa sesuatu yang dianggap sekunder dapat memiliki peran penting dalam membentuk sesuatu yang dianggap utama.

Makanan dapat menjadi contoh yang sederhana. Awalnya, makanan mungkin dipahami sebagai kebutuhan biologis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: