AI: Teman Belajar atau Jalan Pintas?
Ilustrasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan pendidikan.-ist-
Tugasnya mungkin selesai. Tetapi apakah proses belajarnya juga terjadi? Pertanyaan itu menjadi sangat penting.
Karena pendidikan seharusnya tidak hanya sekadar memberikan jawaban. Di balik tugas esai, misalnya, terdapat sebuah proses yang tidak terlihat.
BACA JUGA:Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan
Memilih ide, membuat argumen, atau membuat hubungan antara ide-ide tersebut dapat melatih seseorang untuk berpikir.
Masalahnya, proses tersebut sering kali kita korbankan. Karena teknologi menawarkan jalan yang lebih cepat.
Kita telah menjadi budaya yang terobsesi pada kecepatan. Jawaban yang cepat dipandang sebagai efisien.
Dan penyelesaian tugas yang cepat dianggap produktif. Hal itulah yang membuat AI sangat menarik. Karena mampu memberikan hasil dalam sekejap.
BACA JUGA:Siapa Sebenarnya Pencipta Kecerdasan Buatan (AI)?
BACA JUGA:Publisher PUBG Bekukan Rekrutmen dan Dorong Produktivitas Individual di Era Kecerdasan Buatan
Padahal, belajar tidak selalu harus cepat. Ada pengetahuan yang memang membutuhkan waktu lama untuk bisa dipahami.
Ada pertanyaan yang tidak langsung memiliki jawaban. Ada pula kesalahan yang justru diperlukan.
Itu membuat kita tahu cara yang benar. Bahkan rasa bingung dalam proses belajar pun memunculkan keinginan untuk mencari tahu.
Jika setiap kebingungan langsung kita serahkan pada AI, mungkin kita bisa kehilangan kesempatan untuk melewati proses tersebut.
BACA JUGA:Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Jalan Pintas Belajar: NTU Beri Nilai Nol untuk Pencontek AI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: