Batik Berlayar Semarakkan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya

Batik Berlayar Semarakkan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya

Parade perahu Batik Berlayar mulai berjalan pukul 17.00 WIB dari Taman Prestasi ke Monumen Kapal Selam, Surabaya.-Boy Slamet-Harian Disway

Suasana tersebut membuat perjalanan menyusuri sungai menjadi bagian penting dari konsep “Batik Berlayar”.

Ketua Hari Batik Nasional Wirasno menyebut penyelenggaraan Hari Batik Nasional di Surabaya memberikan pengalaman tersendiri. Sebelumnya, kegiatan serupa lebih sering digelar di Jakarta maupun Solo.


Pemukulan Pungkalasa oleh Ketua Bidang Usaha Baru Dekranas Metty Herindra, menandai penutupan Hari Batik Nasional 2026 -Boy Slamet-Harian Disway

Menurutnya, pemilihan Sungai Kalimas memiliki makna filosofis. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya. Tetapi juga diharapkan terus berkembang dan dikenal hingga mancanegara.

BACA JUGA:Surabaya Jadi Pusat Hari Batik Nasional 2026, Siapkan Atraksi Batik Berlayar hingga Pameran Berbasis AI

BACA JUGA:Mengintip Batik Corner di Perpustakaan UK Petra Surabaya, Ada Motif Storjo dan Bang Ompai

“Filosofinya adalah batik akan kami bawa berlayar mengarungi samudra. Sungai Kalimas ini sangat memenuhi syarat untuk menggambarkan itu,” katanya.

Sementara itu, Metty Herindra, Ketua Bidang Usaha Baru Dekranas, menyampaikan bahwa konsep parade Batik Berlayar memiliki makna mendalam bagi perjalanan wastra Nusantara.

“Bahwa batik harus terus berlayar melintasi zaman. Menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Juga hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Metty.

Ia menambahkan bahwa batik harus terus berkembang. Melalui kreativitas dan inovasi. Dengan tetap menjaga akar budaya serta nilai luhurnya.

BACA JUGA:Perkuat Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Kampi Hotel Tunjungan Gandeng UMKM Batik Surabaya

BACA JUGA:Siapa Membuat Batik Tulis Besok?

Batik diharapkan mampu melangkah ke panggung dunia. Sekaligus membawa identitas bangsa, melestarikan budaya, dan menyejahterakan perajin.

Tahun ini, batik Tulungagung dipilih sebagai tema utama Hari Batik Nasional 2026 untuk mengangkat keberagaman wastra dan kekayaan warisan budaya lokal Jawa Timur.

Sejumlah motif khas Tulungagung ditampilkan dalam rangkaian perayaan. Di antaranya Batik Lurik Bhumi Ngrowo, Batik Gajah Modo, Batik Bangoan, Batik Majanan, hingga Batik Kalangbret yang turut menghiasi perahu-perahu parade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: